Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Beli Sembako Pakai QRIS, Warga Pekalongan Panen Diskon di Fesyar 2025

Lutfi Hanafi • Minggu, 24 Agustus 2025 | 20:44 WIB
BAYAR – Warga saat bayar menggunakan QRIS di HP saat berburu sembako padaFesyar 2025 di Lapangan Mataram Kota Pekalongan Sabtu (23/8/2025).
BAYAR – Warga saat bayar menggunakan QRIS di HP saat berburu sembako padaFesyar 2025 di Lapangan Mataram Kota Pekalongan Sabtu (23/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ratusan warga rela antre sejak matahari baru terbit di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Sabtu 23 Agustus 2025. 

Itu semua demi satu tujuan, yakni berburu sembako murah di ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Syafaat 2025.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini menjadi magnet menyedot warga.

Warga pun bisa pulang membawa beras, gula, dan minyak goreng dengan harga miring, hanya dengan satu syarat, membayar pakai QRIS.

“Kalau bayar QRIS cukup Rp 72 ribu. Tapi kalau tunai, Rp 80 ribu. Padahal harga normalnya bisa sampai Rp 100 ribuan. Jadi selisihnya lumayan besar,” jelas Koordinator GPM Fesyar 2025, Prasojo, sembari tersenyum melihat panjangnya antrean warga.

Tak hanya paket sembako, GPM juga menjual telur ayam ras Rp 24 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 36 ribu per kilogram dengan stok melimpah.

Selama dua hari penyelenggaraan, sebanyak 2.000 paket sembako disediakan agar warga bisa merasakan manfaatnya.

Antusiasme masyarakat pun tak terbendung. Meski sosialisasi resmi dibuka pukul 08.00 WIB, sejak pukul 07.00 antrean sudah mengular.

“Respon warga luar biasa. Mereka datang lebih awal demi harga murah. Ini bukti GPM benar-benar dibutuhkan,” lanjut Prasojo.

Lebih dari sekadar pasar murah, kegiatan ini juga menjadi strategi BI untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi.

Dengan transaksi via QRIS, masyarakat diajak semakin akrab dengan pembayaran digital yang lebih cepat, aman, dan praktis.

Aminah, 36, warga Kelurahan Podosugih, mengaku sangat terbantu dengan program ini.

“Harga beras, gula, dan minyak jauh lebih murah dibanding di pasaran. Pembayarannya pun gampang, tinggal scan QRIS di HP. Praktis banget,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa digelar rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau bisa lebih sering, apalagi saat harga kebutuhan pokok biasanya melonjak,” tutupnya.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kantor Perwakilan Bank Indonesia #qris #festival ekonomi syariah #tegal #bank indonesia #gerakan pangan murah