Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Kota Pekalongan Raih Penghargaan Donor Darah

Lutfi Hanafi • Kamis, 4 September 2025 | 22:47 WIB

 

LAYANAN MOBILE - UPD PMI Kota Pekalongan saat menggelar layanan donor mobile, dengan kendaraan khusus pada salah satu kegiatan yang digelar warga Kota Pekalongan berapa Waktu kemarin.
LAYANAN MOBILE - UPD PMI Kota Pekalongan saat menggelar layanan donor mobile, dengan kendaraan khusus pada salah satu kegiatan yang digelar warga Kota Pekalongan berapa Waktu kemarin.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Humas UPD PMI Kota Pekalongan Aji Putro Prakoso, hadir dalam acara seremoni pemberian penghargaan donor darah bagi warga Jawa Tengah, di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga pada 7 Agustus 2025 lalu.
 
“Saya masih ingat betul suasananya. Yakni, 53 warga Pekalongan berdiri dengan wajah bangga menerima penghargaan. Ada yang 50 kali, ada pula yang 75 kali. Momen itu sungguh mengharukan dan membanggakan,” tutur Aji, saat dikonfirmasi pada Kamis 4September 2025.
 
Bagi Aji, hari itu bukan sekadar seremoni. Ia menyaksikan langsung bagaimana kesadaran masyarakat Pekalongan dalam berdonor darah kian meningkat.
 
Baca Juga: Layanan Kesra Kota Pekalongan Jalan Terus, Meski Kantor Luluh Lantak dan Ludes Dibakar Para Pendemo

Tahun-tahun sebelumnya, ia hanya memberangkatkan sekitar 25 orang. Namun kali ini, hampir dua kali lipat.

"Jumlah yang melonjak ini menunjukkan masyarakat semakin memahami arti penting donor darah. Mereka tidak hanya rutin datang, tapi juga konsisten, bahkan menjadikannya gaya hidup,” ungkapnya.
 
Aji mengaku terenyuh melihat peserta yang sebagian besar datang dengan penuh semangat, meski usia mereka tidak lagi muda.
 
Baca Juga: Gedung Pemkot Pekalongan Rusak, Gubernur Lutfi Kucurkan Bantuan

Ada yang pensiunan, ada juga yang masih aktif bekerja. Namun semua hadir dengan kebanggaan yang sama, berbagi kehidupan lewat setetes darah.

Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya hadiah simbolis, melainkan bukti bahwa kontribusi para pendonor begitu berarti.
 
“Bagi kami di PMI, setiap tetes darah adalah penyelamat nyawa. Karena itu, penghargaan ini layak diberikan sebagai bentuk apresiasi,” kata Aji.
 
Baca Juga: Penjarah dan Perusak Gedung Pemkot Pekalongan Mulai Ditangkap, Polisi Ultimatum Warga Lain

Ia menambahkan, khusus pendonor yang berhasil mencapai 100 kali, PMI Kota Pekalongan akan mengajukan nama mereka ke PMI Pusat.
 
Selanjutnya, mereka berkesempatan menerima penghargaan langsung dari Presiden RI bersama pendonor darah se-Indonesia.

“Bayangkan, seorang warga Pekalongan bisa berdiri sejajar dengan para pendonor nasional di Istana Negara. Itu luar biasa,” ujarnya.
 
Baca Juga: Truk Berat Dibatasi di Pantura, Jalanan Pekalongan Kini Lebih Ramah

Aji berharap, kisah ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut serta melakukan donor darah.
 
Apalagi, kebutuhan darah di Pekalongan masih sangat vital.
 
“Darah tidak bisa diproduksi, tidak bisa ditunda. Satu kantong darah bisa jadi penentu hidup seseorang,” tegasnya.

Baca Juga: Bangkit dari Abu, DPRD Kota Pekalongan Berkomitmen Prioritaskan Aspirasi Rakyat
 
Bagi Aji, perjalanan 7 Agustus lalu adalah bukti nyata bahwa kepedulian sosial warga Pekalongan terus tumbuh.
 
“Saya percaya, ke depan, semakin banyak warga yang ikut berdonor. Karena setiap kali kita memberi, sebenarnya kita sedang menyelamatkan,” serunya.
 
Namun di balik kebanggaan itu, Aji tak menutup mata terhadap kondisi stok darah. Hingga Rabu 3 September 2025, tercatat hingga saat ini, untuk Whole Blood (WB): A (44 kantong), B (108 kantong), O (150 kantong), AB (16 kantong).
 
Baca Juga: Usai Lebaran Krisis Stok Darah, Golongan A Kritis, PMI Pekalongan Bergerak Cepat Gelar Donor Mobile
 
Kemudian, Packed Red Cell (PRC) terdiri atas, A (38 kantong), B (68 kantong), O (65 kantong), AB (11 kantong). Thrombocyte Concentrate (TC) terdiri atas, A (7 kantong), B (5 kantong), O (7 kantong), AB (1 kantong).
 
Dan Fresh Frozen Plasma (FFP) terdiri atas,  A (9 kantong), B (11 kantong), O (5 kantong), AB (4 kantong).
 
Berdasarkan data tersebut, stok golongan darah O dan B relatif aman untuk lima hari ke depan.
Namun golongan darah A yang jumlahnya di bawah 50 kantong diperkirakan hanya cukup 2–3 hari saja.
 
Baca Juga: Donor Darah Tidak Membatalkan Puasa Tapi Bisa Bikin Lemas, Ini Teknik Aman dari PMI
 
“Kami sangat berharap masyarakat yang sehat segera datang untuk mendonorkan darahnya. Darah tidak bisa diproduksi masal, tidak ada penggantinya, dan kebutuhannya tidak bisa ditunda. Setiap tetes sangat vital untuk menyelamatkan nyawa,” tegas Aji.
 
Aji menambahkan, kegiatan donor darah mobile di Pekalongan sempat berkurang akibat insiden anarkisme yang terjadi beberapa hari lalu.
 
Namun ia memastikan, mulai pekan depan, mobilisasi kegiatan donor darah kembali digiatkan agar stok darah tetap terjaga.
 
Baca Juga: Libur Nataru, Pendonor Masih Bisa Donor ke UDD PMI Kota Pekalongan

"Dengan adanya penghargaan ini, kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat. Bagi warga yang belum pernah donor darah, kesempatan selalu terbuka. Karena pada akhirnya, setiap tetes darah yang kita berikan berarti satu nyawa terselamatkan,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
#UPD PMI Kota Pekalongan #donor darah #penghargaan