METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Di tengah teriknya siang, halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang berubah menjadi ruang penuh kehangatan, Kamis 4 September 2025.
Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu menggelar aksi unjuk rasa dengan cara berbeda.
Kali ini, tanpa teriakan keras, tanpa anarkis, bahkan dengan bunga mawar yang dibagikan kepada polisi dan Polwan yang berjaga.
“Bunga ini simbol cinta kasih dan perdamaian. Kami ingin menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa merusak,” ujar Koordinator Aksi, Eky Diantara, sembari menyerahkan setangkai mawar merah kepada seorang polwan yang tersenyum menerimanya.
Aliansi menegaskan komitmennya, tidak akan ada kericuhan dalam aksi mereka.
Semua aspirasi ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan harapan bisa ditampung dan ditindaklanjuti.
Suasana semakin mencair saat jajaran Polres Pemalang membalas ketulusan itu dengan cara tak kalah humanis.
Polisi tak hanya berjaga, tetapi juga menyapa peserta aksi dengan ramah, membagikan air mineral, hingga memberikan permen kepada massa aksi.
“Ini bentuk pengamanan humanis. Kami ingin menunjukkan bahwa polisi dan masyarakat bisa berdiri berdampingan, menjaga kedamaian bersama,” ungkap Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana.
Kapolres mengaku bangga dengan jalannya aksi damai tersebut. Menurutnya, kehadiran ratusan personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait justru terasa ringan karena aksi berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban.
“Pendekatan seperti ini diharapkan mempererat kebersamaan Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusifitas Pemalang,” tegasnya.
Aksi yang biasanya identik dengan ketegangan kini justru menghadirkan pemandangan yang mengharukan, bunga di tangan demonstran, senyum di wajah aparat, dan harapan besar untuk Pemalang yang lebih damai. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla