METROPEKALONGAN.COM, Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Lutfi, di Hotel Gets Semarang, Jumat 19 September 2025.
Momen ini menjadi sangat istimewa karena Bupati Faiz diberi penghargaan sebagai Bupati Muda Visioner. Secara khusus, ia mempersembahkan penghargaan itu pada warga Kabupaten Batang.
Faiz mengajak para pemuda untuk ikut berkiprah membangun negeri. Apalagi di Kabupaten Batang 69 persen warganya masuk usia produktif.
"Ini apresiasi buat semua warga Kabupaten Batang, di mana usia produktif di masyarakat Kabupaten Batang jumlah 69 persen. Harapannya dengan penghargaan ini menjadi simbol bahwa anak muda harus terus berkiprah melakukan inovasi-inovasi terbaik untuk bangsa dan negara dan terus memberikan prestasi terbaiknya," ujar Faiz.
Penghargaan ini diberikan karena walaupun berusia muda, Faiz punya jiwa kepemimpinan yang matang.
Ia dilantik sebagai Bupati Batang pada Kamis 20 Februari 2025 dan usianya 33 tahun, sehingga menjadikannya salah satu kepala daerah termuda di Indonesia.
Latar belakangnya sebagai advokat serta pengusaha menunjukkan kapasitas profesional sebelum terjun ke politik.
Pendidikan hukum dari Universitas Diponegoro dan Magister dari Universitas Indonesia memperkuat fondasi intelektual dan etika kepemimpinannya.
Di tengah arus perubahan dan tantangan zaman, Kabupaten Batang menemukan arah baru di bawah kepemimpinan M Faiz Kurniawan, sosok muda yang tak hanya membawa semangat segar.
Tetapi juga visi besar untuk kemajuan daerah. Ia bukan sekadar pemimpin administratif, ia adalah arsitek masa depan yang membangun Batang dengan gagasan, keberanian, dan empati.
Lahir dari generasi yang akrab dengan teknologi dan dinamika global, Faiz Kurniawan memahami bahwa pembangunan tak cukup hanya dengan beton dan angka.
Ia menanamkan nilai-nilai partisipatif, transparansi, dan inovasi dalam setiap kebijakan. Di tangannya, Batang bukan hanya berkembang, tapi bertransformasi.
Salah satunya dalam menata kota. Ia tegas dalam menata kota, mengurai kesemrawutan di lingkungan Batang Kota untuk wajah kota semakin cantik.
Terutama dari pusat kota hingga Pantai Sigandu dan Ujungnegoro. Alun-Alun Batang sudah mulai dirapikan kemudian jalan-jalan mulai dibebaskan dari kabel dan tiang-tiang semrawut. Kafe-kafe liar di Pantai Sigandu pun telah ditertibkan.
"Pelan-pelan itu memang butuh waktu untuk penataan kota, baik pedestarian, penataan alun-alun, insyaallah secara bertahap kita akan lakukan," tegasnya.
Selain itu, digitalisasi layanan publik juga didorong agar masyarakat lebih mudah mengakses hak dan informasi.
Mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis potensi lokal, dari pesisir hingga pegunungan. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas, dengan program beasiswa dan peningkatan kualitas guru.
Begitu juga dengan mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian lingkungan, termasuk pengelolaan kawasan industri yang ramah ekosistem. Selain itu, mendorong peningkatan kualitas ASN lewat beasiswa pendidikan LPDP
Faiz juga membuat 5 zona strategis untuk pembangunan wilayah. Yaitu Zona Industri diGringsing, Banyuputih, Limpung, Subah, Tulis, Bandar yang fokus pada rantai pasok dan kawasan ekonomi produktif.
Zona Bahari di Batang dan Kandeman untuk pengembangan pesisir yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Zona Pertanian & Agrowisata di Tersono, Bawang, Reban, Blado, Wonotunggal, Warungasem untuk ketahanan pangan dan wisata berbasis alam.
Zona Administrasi Pemerintahan di Kecamatan Batang dijadikan pusat layanan publik modern dan terintegrasi.
Terakhir, Zona Pendidikan di Wilayah Bandar sebagai pusat pengembangan SDM dan pelatihan vokasi.
"Daerah di Kabupaten Batang memiliki kekhasan dan ciri tersendiri," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla