Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Alas Roban Kembali Makan Korban, Truk Rem Blong Tewaskan Pengendara

Lutfi Hanafi • Kamis, 25 September 2025 | 23:40 WIB
TERLINDAS - Pengendara motor yang terlindas di jalur pantura Gringsing, sesaat sebelum dievakuasi, Kamis (25/9/2025).
TERLINDAS - Pengendara motor yang terlindas di jalur pantura Gringsing, sesaat sebelum dievakuasi, Kamis (25/9/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Jalur Pantura Alas Roban kembali menelan korban jiwa.

Kamis pagi 25 September 2025 sekitar pukul 08.00 WIB, kecelakaan maut terjadi di lampu merah pertigaan Gringsing, Kabupaten Batang.

Sebuah truk boks bernomor polisi B-9742-TEU yang dikemudikan Sugiyanto, 44, warga Purworejo, kehilangan kendali akibat rem blong dan menghantam sepeda motor Honda Supra G-2379-SC.

Naas, pengendara motor bernama Khotib, 55, warga Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, meninggal seketika di lokasi kejadian.

Ia yang berboncengan dengan sang istrinya, Miati, sempat terpental bersama motor mereka. Namun, Khotib justru terseret ke kolong truk dan terlindas di bagian perut hingga meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Muniri, salah seorang saksi mata, mengaku gemetar menyaksikan kejadian tersebut. Menurutnya, motor yang dikendarai korban sebenarnya sudah mendapat giliran jalan setelah lampu lalu lintas dari arah utara berubah hijau.

Namun tiba-tiba, truk boks melaju kencang dari arah barat dan langsung menabraknya. 

"Lampu dari utara sudah hijau, motor korban menyeberang. Tapi tiba-tiba truk nyelonong. Semua terjadi begitu cepat," tuturnya.

Sugiyanto, sopir truk, mengaku panik saat mendapati rem kendaraannya tidak berfungsi. Ia sudah berulang kali mencoba menginjak pedal rem, namun truk tetap melaju.

"Saya sudah melihat motor itu menyeberang, tapi jaraknya terlalu dekat. Rem tidak berfungsi, saya tak bisa menghindar," jelasnya.

Padahal, lanjut Sugiyanto, sebelum memasuki jalur legendaris Alas Roban, truk masih berfungsi normal.

Bahkan saat menuruni jalur menanjak yang dikenal rawan itu, sistem pengereman masih bekerja baik.

"Baru saja istirahat, badan fit, muatan juga tidak terlalu berat. Tidak menyangka bisa seperti ini," ujarnya dengan wajah pucat.

Peristiwa tragis ini menambah catatan panjang kecelakaan di kawasan Pantura, khususnya di jalur Alas Roban dan sekitarnya.

Pertigaan Gringsing sendiri memang dikenal rawan karena volume lalu lintas yang padat dan pengendara kerap melanggar lampu merah.

Baca Juga: Program JKN Tanggung Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas 

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan berkendara. Jalur Pantura Alas Roban, dengan segala keramaiannya, masih terus menguji kewaspadaan setiap pengguna jalan.

Kapolsek Gringsing, AKP Agus Windarto melalui Kanit Lantas Aiptu Supriyadi menegaskan, pihak kepolisian sudah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas.

"Petugas kami selalu siaga di jam padat, namun masih banyak pengendara yang abai pada lampu lalu lintas. Hal ini yang membuat titik tersebut rawan kecelakaan," ungkapnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#alas roban #Gringsing #truk #pantura #rem blong #Kabupaten Batang #kecelakaan