Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Kendal Sulap Limbah Jagung Jadi Jamur Tiram, Didamnpingi UNISS Batang dan Kendal

Lutfi Hanafi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:46 WIB
SEMANGAT - Warga Desa Jenarsari Gemuh, Kabupaten Kendal saat mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram dari jonggol jagung, dari tim UNISS Batang dan Kendal Selasa (30/9/2025).
SEMANGAT - Warga Desa Jenarsari Gemuh, Kabupaten Kendal saat mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram dari jonggol jagung, dari tim UNISS Batang dan Kendal Selasa (30/9/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kendal – Semangat gotong royong dan inovasi terpancar dari warga Desa Jenarsari RT 01 RW 04, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Selama dua hari, Selasa 30 September 2025 dan Kamis 2 Oktopber 2025, mereka mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram yang digelar Universitas Selamat Sri (UNISS) Batang dan Kendal.

Bukan sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini mengajarkan warga memanfaatkan limbah tongkol jagung menjadi media tanam yang bernilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemendikti Saintek tahun 2025.

Kegiatan ini bertema From Waste to Wealth: Budidaya Jamur Tiram Berbasis Limbah Tongkol Jagung sebagai Solusi Ekonomi Hijau Berkelanjutan.

Abdul Rauf, salah satu peserta mengaku awalnya hanya ingin tahu, karena penasaran apakah benar bonggol jagung bisa dipakai untuk media jamur. Setelah ikut praktik langsung, ternyata bisa.

"Ini bisa jadi peluang usaha baru,” ujarnya penuh semangat.

Peserta lain, Abu Mas’ud, menilai program ini sebagai kesempatan besar bagi petani jagung. Karena selama ini bonggol jagung hanya menjadi limbah.

"Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolahnya. Kalau didampingi terus, saya yakin bisa jadi usaha tambahan yang menguntungkan,” katanya.

Suasana pelatihan yang digelar pun terasa hangat, dengan peserta yang penuh antusias.

Warga sangat bersemangat mengikuti tiap sesi, mulai dari penyuluhan, praktik pembuatan baglog, sterilisasi baglog hingga pembibitan dan dilanjutkan dengan diskusi bersama.

Dalam kegiatan ini turut menggandeng dosen Agroteknologi dari Universitas Pekalogan (Unikal) Arbina Satria Afiatan, Sufrotun Khasanah dari Teknik Industri, serta praktisi dari Sentra Jamur Batang, Nur Adilatus Sidqiyah dan Kenaara Farming, Furqon.

Dengan kolaborasi antara pihak kampus, mahasiswa, masyarakat, dan praktisi, Desa Jenarsari memiliki peluang baru dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Dari limbah yang dulunya dianggap tak berguna, lahir harapan untuk kesejahteraan.

Dosen prodi Manajemen Universitas Selamat Sri Mahfud Nugroho SE Sy MM menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari keprihatinan atas banyaknya limbah jagung di Kendal.

Kendal merupakan sentra jagung di Jawa Tengah. Limbah bonggolnya melimpah tapi belum dimanfaatkan optimal.

"Dengan teknologi sederhana, limbah itu bisa diolah jadi media tanam jamur tiram. Inilah konsep ekonomi hijau yang ingin kami dorong,” terangnya.

Ia menambahkan, ke depan UNISS berkomitmen mendampingi warga dalam pemasaran produk. Bukan hanya budidaya, tapi juga manajemen usaha dan pemasaran hasil jamur tiram.

Harapannya, warga bisa mandiri dan produk jamur tiram Desa Jenarsari bisa menembus pasar yang lebih luas. Selain dosen, mahasiswa UNISS juga turut berpartisipasi langsung mendampingi warga. Uli

Maghfirotul Iza, salah satu mahasiswa, mengungkapkan pengalaman ini sangat berharga.

“Kami jadi belajar bagaimana teori di kelas diaplikasikan di masyarakat. Melihat limbah berubah jadi sesuatu yang bernilai itu luar biasa,” ujarnya.

Mahasiswa lain, Faiz Ulu Rosyad menuturkan, proses praktik membuatnya lebih paham tantangan lapangan.

“Ternyata tidak semudah di teori. Mulai dari memilih bonggol jagung, menjaga kebersihan, sampai proses pembuatan baglog ada detail teknis yang harus teliti. Tapi justru itu yang membuat kami semakin semangat,” katanya.

Tak ketinggalan, Saiful Setiawan, mahasiswa peserta PKM juga mengaku mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan, karena program pengabdian ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan.

Baca Juga: Wali Kota Lantik 127 PPPK Kota Pekalongan, Jadi Awal Pengabdian Abdi Negara

Program ini juga membuka cakrawala baru tentang kewirausahaan dan komunikasi interpersonal.

"Saya sangat antusias mempelajari hal baru. Ilmu yang kami dapat tidak hanya teori, tapi langsung praktik. Itu sangat bermanfaat. Peserta terlihat antusias dan punya keinginan belajar lebih mendalam. Mereka serius saat praktik mengolah limbah jagung menjadi media jamur,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#UNISS #Universitas Selamat Sri #kendal #Pengabdian kepada masyarakat #batang