METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Semarak batik kembali menggema di Kota Batik Dunia. Untuk pertama kalinya, Museum Batik Pekalongan menggelar Lomba Membatik Tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah.
Sebanyak 35 pelajar dari berbagai kota dan kabupaten mengambil bagian, menunjukkan kreativitas mereka menuangkan ide dalam selembar kain.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang hadir membuka acara tersebut, tampak sumringah melihat antusiasme generasi muda.
“Batik ini milik Indonesia. Pekalongan memang dikenal sebagai Kota Batik karena sejarahnya, tapi kita ingin seluruh Indonesia bisa membatik,” tegasnya.
Selain soal motif, Mas Aaf juga menyinggung tantangan besar dalam industri batik, yakni persoalan limbah produksi.
Pekalongan, kata dia, sudah mendorong para pengusaha batik besar memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sementara UMKM diarahkan untuk menggunakan IPAL komunal.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Minta Program MBG Gunakan Pangan Lokal yang Efisien dan Bergizi
“Ini bukan pekerjaan mudah, apalagi aliran sungai kita juga dipengaruhi limbah dari kabupaten sekitar. Tapi kita tidak boleh menyerah. Harus ada sinkronisasi agar batik kita lestari sekaligus ramah lingkungan,” tambahnya.
Lomba membatik ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk lebih mencintai batik. Dengan kreativitas mereka, batik tak hanya lestari, tetapi juga berkembang sesuai zaman.
“Kalau semua daerah punya motif batik sendiri, maka batik akan semakin kaya dan diakui dunia. Inilah cita-cita kita bersama: melestarikan warisan, memperkuat identitas, sekaligus mendorong ekonomi kreatif bangsa,” pungkas Mas Aaf.
Baca Juga: Demi Keindahan Kota, Satpol P3KP Tertibkan 12 Unit Reklame Ilegal
Di sisi lain, semangat peserta lomba juga memberi warna tersendiri. Almira, siswi kelas 11 MAN 1 Kota Pekalongan, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi.
“Saya memang suka menggambar. Waktu ada lomba ini langsung tertarik ikut. Desainnya bertema flora-fauna, ada bunga dan kupu-kupu. Dikerjakan sehari saja. Harapannya tentu bisa menang,” ujarnya dengan penuh semangat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla