METROPEKALONGAN.ID, Magelang – Sistem rujukan berjenjang merupakan bagian penting dari penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Melalui sistem ini, peserta diarahkan untuk terlebih dahulu memanfaatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga, sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Tujuannya bukan untuk mempersulit peserta, melainkan memastikan bahwa pelayanan kesehatan diberikan sesuai kebutuhan medis dan sumber daya yang tersedia di setiap tingkatan fasilitas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menjelaskan, sistem rujukan berjenjang dirancang untuk menjaga efektivitas, efisiensi, serta pemerataan akses layanan kesehatan.
“FKTP memiliki peran penting sebagai penyaring awal. Sebagian besar keluhan kesehatan peserta sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat pertama tanpa perlu ke rumah sakit. Dengan mekanisme ini, rumah sakit bisa fokus menangani kasus yang lebih berat dan kompleks,” ujar Maya, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan, sistem rujukan juga menjamin adanya kesinambungan pelayanan atau continuity of care. Dokter di FKTP mengenal riwayat kesehatan peserta dan mampu memberikan penanganan sesuai kondisi yang telah dipantau secara rutin. Ketika peserta benar-benar membutuhkan rujukan, prosesnya akan lebih cepat dan tepat sasaran karena data medisnya sudah lengkap.
“FKTP bukan sekadar tempat berobat pertama, tetapi mitra peserta dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan pendampingan rutin, peserta dapat memantau kesehatannya lebih baik dan menghindari komplikasi,” lanjut Maya.
Maya menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sistem rujukan berjenjang ini. Tidak sedikit peserta yang datang langsung ke rumah sakit dengan harapan mendapat layanan cepat, padahal kasusnya bisa ditangani di tingkat pertama. Akibatnya muncul persepsi bahwa peserta JKN dipersulit, padahal alurnya dibuat untuk menjamin ketepatan pelayanan.
“Sistem rujukan bukan pembatas, tetapi bentuk perlindungan agar peserta mendapatkan pelayanan sesuai indikasi medis. Jika mengikuti alurnya, proses akan lebih efisien, biaya lebih terkendali, dan hasil pengobatan pun lebih optimal,” tegas Maya.
Salah satu peserta JKN asal Mertoyudan, Nurhayati, 45, mengaku lebih memahami pentingnya mengikuti alur berjenjang. “Dulu saya pikir harus ke rumah sakit supaya cepat sembuh, tapi ternyata di puskesmas sudah bisa ditangani dengan baik. Kalau memang perlu, dokter di sana langsung membantu membuat rujukan.” ungkapnya.
Nurhayati mengakui awalnya merasa rujukan memperpanjang proses pengobatan. Namun setelah memahami sistemnya, ia justru merasa lebih terbantu. “Sekarang saya lebih paham kenapa harus sesuai alur,” ujarnya. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto