Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Harlah 1 Abad NU Jateng Dipusatkan di Batang, Guru Madin Dapat Uang Pensiun Rp 210 Juta

Riyan Fadli • Minggu, 1 Februari 2026 | 18:15 WIB
APEL: Suasana apel kemanusiaan Harlah satu Abad NU Jateng di Kabupaten Batang.
APEL: Suasana apel kemanusiaan Harlah satu Abad NU Jateng di Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) memusatkan peringatan Hari Lahir (Harlah) satu Abad NU di Kabupaten Batang.

Acara yang digelar dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang ini menghadirkan terobosan unik, mulai dari layanan kesehatan jiwa (psikiater) gratis hingga peluncuran dana pensiun bagi ribuan Guru Madrasah Diniyah (Madin).

Ketua PWNU Jawa Tengah, H. Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin, mengungkapkan pemilihan Batang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.

Selain letak geografisnya yang strategis di tengah-tengah jalur Pantura dan Pantai Selatan, sinergi dengan Bupati Batang menjadi faktor kunci.

"Bupatinya sahabat kita dan menyediakan diri untuk membantu penyelenggaraan ini. Tentu kita sambut dengan tangan terbuka," ujar Gus Rozin di sela-sela kegiatan Apel Kemanusiaan tersebut, Minggu 1 Februari 2026.

Berbeda dengan perayaan biasanya, PWNU Jateng kali ini membuka stan layanan kesehatan yang komprehensif bekerja sama dengan RS Amino Gondohutomo.

Tidak hanya cek fisik dasar seperti tensi dan gula darah, panitia secara khusus mendatangkan dokter spesialis kejiwaan.

Menurut Gus Rozin, layanan ini krusial mengingat kondisi ekonomi dan cuaca yang tidak menentu kerap memicu tekanan mental di masyarakat.

Mayoritas masyarakat sekarang mempunyai masalah kejiwaan. Stres sedikit, depresi, itu masalah kejiwaan.

“Kita ingin warga yang hadir sehat jasmani dan rohani. Konsultasi kejiwaan bukan aib, sama seperti kita sakit flu atau demam," kata Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati tersebut.

Selain kesehatan, PWNU juga membuka konsultasi hukum gratis merespons pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru per 1 Januari, serta konsultasi wakaf produktif yang kini tantangannya kian kompleks.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Apel Akbar Kemanusiaan yang diikuti sekitar 7.000 peserta, terdiri atas 4.500 kader lokal Batang dan 2.500 dari luar daerah.

Apel ini melibatkan berbagai unsur Banom seperti Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, hingga Pagar Nusa.

Gus Rozin menekankan bahwa NU Jateng berkomitmen hadir secara riil dalam merespons bencana, seperti yang telah dilakukan tim relawan LPBI NU di Aceh Timur dan Tegal.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memanfaatkan momen Harlah ini untuk memberikan "kado" spesial bagi pendidik keagamaan.

Ia mengumumkan peluncuran program Dana Pensiun bagi 6.600 Guru Madin di Kabupaten Batang.

"Prinsipnya kita memberikan dana pensiun. Jadi nanti kalau guru-guru Madin pensiun, akan mendapatkan sekitar Rp 180 juta sampai Rp 210 juta per orang," terang Faiz.

Faiz menjelaskan, meski anggaran tahunan yang disiapkan berkisar Rp 1,1 hingga Rp 1,2 miliar, manfaat jangka panjangnya sangat besar bagi kesejahteraan guru yang selama ini tidak memiliki jaminan hari tua.

Pendataan penerima manfaat ini akan menggunakan basis data dari Kementerian Agama (Kemenag).

"Ini bagian dari program prioritas kami. Semoga bisa memberikan benefit yang besar bagi para Guru Madin saat purna tugas nanti," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#madin #Harlah 1 Abad NU #batang #apel #bencana