METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Di tengah genangan air setinggi sekitar 20 sentimeter yang merendam jalur pantura perbatasan Kabupaten Pemalang–Kabupaten Tegal, aparat kepolisian tak hanya berdiri mengatur arus.
Mereka turun langsung, berjalan kaki menyusuri genangan, bahkan mendorong mobil yang mogok demi memastikan lalu lintas tetap bergerak.
Tim Siaga Bhayangkara dari Polres Pemalang diterjunkan sejak Senin 16 Februari 2026 dini hari, saat luapan Sungai Pelawangan di wilayah Lawangrejo menggenangi sekitar 100 meter ruas jalan nasional tersebut.
Baca Juga: Libur Imlek, Polisi Pekalongan Kota Gelar Patroli Besar-besaran
Kapolres Pemalang, Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa genangan terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Pemalang. Meski masih bisa dilintasi kendaraan, kondisi tersebut sempat memicu antrean panjang dari arah Pemalang maupun Tegal.
“Genangan air menyebabkan perlambatan arus dan sempat terjadi kepadatan. Karena itu kami langsung turunkan personel untuk pengaturan dan pengamanan,” ujarnya.
Berbeda dari pengamanan biasa, personel kepolisian melakukan patroli jalan kaki di sepanjang titik genangan. Langkah ini dilakukan untuk memantau situasi kamtibmas sekaligus memastikan tidak ada kendaraan yang terjebak.
Baca Juga: BI Tegal dan Polisi Musnahkan 19.834 Lembar Uang Palsu
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mogok saat nekat menerobos genangan. Tanpa ragu, anggota polisi membantu mendorong mobil ke lokasi aman agar tidak menghambat arus kendaraan lain.
“Dengan memonitor langsung di titik genangan, tim bisa segera membantu kendaraan yang mogok sehingga kemacetan tidak semakin panjang,” kata Kapolres.
Kehadiran polisi di tengah banjir menjadi pemandangan tersendiri bagi para pengendara. Beberapa sopir tampak mengapresiasi langkah cepat petugas yang sigap mengatur lalu lintas sekaligus memberikan bantuan langsung.
Baca Juga: Bus Terbakar di Tol Pejagan–Pemalang, 32 Penumpang Selamat Dievakuasi
Baca Juga: ETLE Statis dan ETLE Mobile Mulai Menyala di Pemalang, Ini Sasaran Operasi Candi 2026
Langkah responsif Polres Pemalang ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, bahkan saat banjir merendam jalur utama perbatasan.
Memasuki siang hari, debit air berangsur surut. Arus lalu lintas di jalur perbatasan Pemalang–Tegal mulai kembali normal dari kedua arah.
Meski demikian, Kapolres mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pengendara diminta tidak memaksakan diri melintas jika kondisi membahayakan.
“Jika mengalami kondisi darurat di jalan raya, segera hubungi layanan call center Polri 110 untuk mendapatkan pertolongan cepat,” tegasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla