METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Persoalan sampah dan banjir yang selama ini membayangi kawasan Pekalongan Raya kembali menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, mendorong percepatan realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta penanganan kawasan Sungai Bremi-Meduri sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat Pekalongan Raya.
Menurutnya, rencana pembangunan PSEL yang akan berlokasi di Kelurahan Kuripan, wilayah Pekalongan Selatan, menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks. Proyek tersebut dirancang melayani pengelolaan sampah dari empat daerah di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.
“Sekarang kita menghadapi persoalan sampah yang harus segera ditangani. Rencananya PSEL dibangun di Kuripan dan akan meng-cover sampah dari empat daerah,” ujar Azmi, pada Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, keberadaan PSEL tidak boleh hanya menjadi fasilitas pengolahan sampah regional, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Pekalongan. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, terbukanya peluang usaha bagi UMKM, hingga efek ekonomi lainnya.
Azmi juga menyoroti luas wilayah Kota Pekalongan yang hanya sekitar 45 kilometer persegi. Menurutnya, kontribusi kota dalam menyediakan lahan harus diimbangi dengan manfaat yang proporsional bagi masyarakat.
“Kita wilayahnya kecil. Ketika Kota Pekalongan menyediakan lahan untuk PSEL, tentu masyarakat juga harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, persoalan sampah bisa menjadi “bom waktu” jika tidak ditangani secara serius. Dampaknya bukan hanya pencemaran lingkungan, tetapi juga potensi konflik sosial hingga ancaman kesehatan masyarakat.
Selain isu sampah, Azmi turut menyoroti penanganan banjir di kawasan Sungai Bremi-Meduri yang hingga kini masih dalam tahap komunikasi lintas pihak. Ia berharap Pemerintah Kota terus mendorong dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek pengendalian banjir segera mendapat kepastian.
“Kalau tidak dibantu pemerintah pusat, Kota Pekalongan tidak akan mampu menangani Bremi-Meduri sendiri,” tegasnya.(han)