Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Identitas Mayat Perempuan di Kali Kuto Batang Terungkap, Ternyata Warga Kendal yang Hilang Sepekan

Lutfi Hanafi • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:06 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
EVAKUASI - Tim gabungan saat evakuasi Jenazah di Kalikuto Gringsing, pada Rabu (13/5/2026) kemarin.
EVAKUASI : Tim gabungan saat evakuasi Jenazah di Kalikuto Gringsing, pada Rabu kemarin 13 Mei 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Misteri identitas sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dam penahan arus Kali Kuto, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, akhirnya terungkap.

Setelah foto korban disebarluaskan aparat kepolisian, pihak keluarga datang dan memastikan jasad tersebut adalah Suwariyah, 62, warga Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak sekitar sepekan lalu. Namun karena almarhumah memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak kecil dan kerap pergi tanpa pamit, pihak keluarga awalnya tidak terlalu curiga.

Salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya mengaku baru tersadar setelah melihat informasi penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Kali Kuto yang beredar luas.

“Setelah melihat foto yang disebarkan polisi, keluarga langsung memastikan bahwa itu memang anggota keluarga kami,” ujarnya.

Kapolres Batang melalui Kapolsek Gringsing, AKP Taufik Kurnia, membenarkan identitas korban telah diketahui.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSI Weleri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil visum tidak ditemukan unsur kekerasan. Diduga korban terpeleset lalu jatuh ke aliran Kali Kuto yang arusnya cukup deras,” tegasnya, Jumat 15 Mei 2026.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan seorang peladang pada Rabu 13 Mei 2026, sekitar pukul 13.30 WIB di area dam penahan arus Kali Kuto. Proses evakuasi sempat berlangsung dramatis karena derasnya arus sungai.

Karena hingga sehari setelah penemuan tidak ada keluarga yang melapor, jasad korban sempat dimakamkan sesuai prosedur di wilayah Gringsing pada Kamis 14 Mei 2026. Namun sehari berselang, keluarga datang dan memastikan identitas korban.

Setelah menerima penjelasan hasil visum dari kepolisian, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah kecelakaan murni. (han)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #kendal #Kalikuto