Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wali Kota Pekalongan Dorong Literasi Digital, Tapi Anak Harus Terlindungi dari Konten Negatif di Era Gadget

Lutfi Hanafi • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:15 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
BERFOTO BERSAMA - Seluruh peserta dan perwakilan Bunda Literasi pantura Barat berfoto Bersama usai kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan: Digital Cerdas-Gemar Membaca di GOR Jetayu, Senin (8/6/2026).
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan BERFOTO BERSAMA - Seluruh peserta dan perwakilan Bunda Literasi pantura Barat berfoto Bersama usai kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan: Digital Cerdas-Gemar Membaca di GOR Jetayu, Senin (8/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengajak masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, tetapi juga memastikan anak-anak terlindungi dari paparan konten yang tidak sesuai usia.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, saat menghadiri kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan: Digital Cerdas-Gemar Membaca yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Senin 8 Juni 2026.

Menurut wali kota, perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus diikuti.

Kehadiran smartphone dan berbagai platform digital telah membuka akses masyarakat terhadap buku elektronik, materi pembelajaran, hingga sumber informasi yang semakin mudah dijangkau.

Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi bersama, yakni melindungi anak-anak dari berbagai konten yang belum layak mereka konsumsi.

“Digitalisasi harus kita ikuti dan manfaatkan. Tetapi tantangan terbesar adalah bagaimana melindungi anak-anak dari konten yang belum layak diakses. Perlu peran semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga,” tegas wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Ia mengungkapkan, upaya peningkatan literasi di Kota Pekalongan menunjukkan hasil menggembirakan. Setelah sempat berada di peringkat bawah tingkat Jawa Tengah pada 2021-2022, kini Kota Pekalongan berhasil masuk empat besar capaian literasi pada 2024.

Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk para Bunda Literasi di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Mas Aaf menilai, keberhasilan literasi harus berjalan seiring dengan penguatan pengawasan penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. 

Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan pemblokiran situs oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Ia pun mengajak keluarga untuk kembali membangun kebiasaan positif, seperti membacakan cerita atau mendongeng sebelum tidur sebagai bagian dari penguatan budaya literasi sejak usia dini.

“Peran guru, orang tua, lingkungan, hingga kebijakan pemblokiran situs yang tidak layak harus berjalan bersama. Anak-anak usia PAUD, SD, hingga SMP perlu mendapatkan pendampingan agar teknologi benar-benar memberi manfaat bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#literasi digital #paud #Walikota Aaf #pekalongan #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid