METROPEKALONGAN.COM, Semarang –Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan proyek Jateng Valley di kawasan Hutan Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang masuk agenda revitalisasi, dengan diawali proses assessment untuk menentukan arah pengembangannya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, aset tersebut tidak akan dibiarkan terbengkalai. Pemprov akan melakukan asistensi sekaligus mengkaji potensi kawasan sebelum menentukan konsep revitalisasi.
"Kita lakukan asistensi dan revitalisasi terkait potensi ini. Jadi berkembangnya wilayah kita lihat, dan dari aset ini akan kita lakukan revitalisasi," ujar Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (1/7).
Menurut Luthfi, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga konsep pengembangannya tidak bisa diseragamkan. Revitalisasi Jateng Valley nantinya akan disesuaikan dengan potensi wilayah agar mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian.
"Masing-masing daerah berbeda. Misalnya Kebumen punya Geopark yang sudah bertaraf internasional," katanya.
Jateng Valley dibangun di atas lahan sekitar 371 hektare melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) antara investor swasta dan Perhutani. Proyek senilai sekitar Rp2 triliun itu diresmikan melalui groundbreaking pada 15 Agustus 2020, bertepatan dengan Hari Jadi ke-70 Provinsi Jawa Tengah.
Saat itu, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan konsep Ecological Sanctuary, Sustainable Leisure, hingga Futuristic Space. Namun, proyek tak pernah tuntas.
Belakangan kondisi Jateng Valley kembali menjadi sorotan setelah sejumlah video yang memperlihatkan bangunan terbengkalai beredar di media sosial. Arena skate park bertaraf internasional yang sebelumnya diklaim telah mencapai progres sekitar 95 persen kini terlihat rusak, retak, dan dipenuhi semak liar.
Sementara itu, Sekda Pemprov Jateng Sumarno mengatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan assessment menyeluruh. Kajian tersebut akan menentukan model pengembangan sekaligus mengevaluasi penyebab proyek berhenti di tengah jalan.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Izin dan Kelalaian PT Raw Botanical Semarang
"Kita lagi mau meng-assessment. Saya juga minta teman-teman untuk asesmen untuk melanjutkan itu seperti apa,"ujarnya.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan proyek terhenti karena investor sebelumnya tidak mampu mengeksekusi pembangunan sesuai target.
"Kendalanya kemarin dari sisi investor yang terlambat untuk mengeksekusi," tegasnya.
Selain Jateng Valley, Pemprov Jateng juga mulai memetakan sejumlah aset lain yang akan dikembangkan sebagai penopang sektor pariwisata menuju 2027. Di antaranya Tahura Mangkunegoro, Kebun Raya Baturraden, hingga kawasan Gunung Mongkrang yang akan diarahkan sebagai destinasi wisata berbasis kelestarian lingkungan.
"Gunung Mongkrang nanti juga diharapkan bisa mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Tengah, tetapi tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan," pungkasnya. (kap/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto