Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bulan Purnama Picu Pasang Laut, Warga Pesisir Kota Pekalongan Diminta Waspadai Ancaman Rob

Lutfi Hanafi • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:33 WIB
RAWAN ROB : Di perkambungan pesisir Kota Pekalong sering terendam air rob walaupun tidak ada hujan, karena air naik melalui sungai di sekitar perkampungan.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
RAWAN ROB : Di perkambungan pesisir Kota Pekalong sering terendam air rob walaupun tidak ada hujan, karena air naik melalui sungai di sekitar perkampungan.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Masyarakat kawasan pesisir Kota Pekalongan meningkatkan kewaspadaan, seiring dengan datangnya fase bulan purnama, dimana potensi banjir rob akibat pasang air laut yang lebih tinggi dari kondisi normal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk Kota Pekalongan, agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan rob yang umumnya muncul pada periode bulan purnama maupun awal bulan dalam kalender lunar.

Ketua Tim Manajerial Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipengaruhi oleh gaya tarik gravitasi bulan yang menyebabkan permukaan air laut mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat wilayah pesisir Pantura memiliki risiko lebih besar terdampak banjir rob.

Baca Juga: Cegah Tawuran hingga Balap Liar, Pemkot Pekalongan Resmikan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Baca Juga: TPST Mitra Brayan Resik Kini Olah 8 Ton Sampah per Hari, Warga Diajak Pilah Sampah dari Rumah agar Residu Berkurang

"Selain potensi rob, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi angin yang bergerak menuju daratan. Angin darat yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut dapat meningkatkan tinggi muka air laut sehingga berpotensi memperluas genangan di kawasan pesisir," jelas Giyarto, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kombinasi antara pasang maksimum saat bulan purnama dan dorongan angin menuju daratan dapat memperbesar luasan genangan di kawasan pesisir. Oleh karena itu, warga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut, terutama mereka yang tinggal di daerah langganan rob.

BMKG juga terus memperkuat sistem peringatan dini sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Informasi terbaru mengenai potensi rob dan cuaca ekstrem disebarluaskan melalui aplikasi Info BMKG, media massa, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Kawal Ketat Proyek OPD, Pastikan Pendampingan Dilakukan agar Pembangunan Tepat Sasaran

Baca Juga: Tak Sekadar Diasuransikan Saat KKN, Mahasiswa UIN Gus Dur Bantu Marbot Masjid Dapat BPJS Lewat Bank Sampah

BMKG mengimbau warga untuk tidak mengabaikan setiap informasi peringatan dini yang disampaikan. Kewaspadaan sejak sebelum pasang maksimum terjadi dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kerugian akibat banjir rob yang rutin mengancam kawasan pesisir Kota Pekalongan dan wilayah Pantura lainnya.

Dengan akses informasi yang semakin cepat, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif sejak dini, seperti mengamankan barang-barang berharga, mengatur aktivitas di kawasan pesisir, hingga mempersiapkan jalur evakuasi apabila genangan air laut mulai meningkat.

"Melalui informasi yang cepat dan akurat, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh rob maupun cuaca ekstrem lainnya," pungkas Giyarto. (han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#pesisir pantura #bulan purnama #BMKG Stasiun Meteorologi #banjir rob #pekalongan