Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo, Basarnas Terjunkan Anjing Pelacak

Adityo Dwi Riyantoto • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:42 WIB
PENCARIAN : Tim Basarnas Wonosobo berupaya keras mencari 2 remaja asal Watumalang  yang hilang di Gunung Bismo. (IST)
PENCARIAN : Tim Basarnas Wonosobo berupaya keras mencari 2 remaja asal Watumalang yang hilang di Gunung Bismo. (IST)

 

METROPEKALONGAN.COM, Wonosobo-  Tim SAR gabungan menerjunkan 200 anggotanya untuk menyisir lokasi hilangnya dua remaja asal Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Wonosobo, di kawasan Gunung Bismo. 

Memasuki hari keenam, Kedua remaja yang hilang sejak Selasa (30/6/2026) tersebut adalah Arifin Nurohmat alias Apin, 18, siswa kelas XII SMA, dan sahabatnya, Yufaidin alias Idin, 15, yang baru akan masuk kelas IX SMP. 

Keduanya diduga kuat melakukan pendakian melalui jalur Krinjing tanpa berpamitan kepada keluarga. 

Koordinator Pos Basarnas Wonosobo Dani Fitra Maulana menjelaskan, operasi pencarian berskala besar telah dikerahkan sejak laporan resmi diterima pada Kamis (2/7/2026). 

Sedikitnya 200 personel gabungan lintas wilayah termasuk pasokan personel dari Temanggung dan Banjarnegara telah disebar ke medan terjal lereng barat Gunung Bismo. 

Baca Juga: Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kota Semarang Menyiapkan 900 ribu Liter Air Bersih

"Hingga hari keenam, hasil pencarian masih nihil. Belum ada indikasi atau barang bukti kuat yang mengarah pada posisi penyintas," kata Dani, Selasa (7/7/2026).

Dani menambahkan, tim sempat menemukan botol minuman dan sandal di sekitar jalur pencarian. 

Namun setelah dikonfrontasikan kepada pihak keluarga, benda-benda tersebut dipastikan bukan milik kedua korban.

Baca Juga: Heboh..! Penjaga Warung Madura di Batang Nekat Pamer Alat Kelamin pada Anak di Bawah Umur

Penyisiran intensif sebelumnya telah menyentuh area Sebrani, jalur Deroduwur, Silandak, Sikunang, hingga pengecekan berkala di seluruh basecamp lingkar Bismo. 

 

Minimnya logistik dan pakaian yang dibawa korban disinyalir menjadi kendala terbesar tim dalam melacak jejak kelestarian mereka.

"Kami kesulitan mencari jejak karena barang bawaan survivor sangat sedikit. Medan lereng barat juga sangat terjal," jelas Dani.

Untuk menyiasati kebuntuan, Basarnas mulai menerjunkan teknologi canggih berupa drone termal (UAV) serta unit anjing pelacak (K9) milik kepolisian.

Baca Juga: Diduga Kurang Konsentrasi, Supercar McLaren Terbelah Dua Usai Kecelakaan Tunggal di Jalan Sukoharjo-Solo

Struktur pencarian yang semula dibagi dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) kini dipangkas menjadi dua SRU terpusat demi memperkuat penyisiran di zona rawan.

Sesuai SOP, operasi kemanusiaan ini ditargetkan berlangsung selama tujuh hari dan akan berakhir pada Rabu (8/7/2026) esok. 

"Besok (Rabu) memasuki hari ketujuh. Kami akan lakukan evaluasi total untuk menentukan apakah operasi ini akan diperpanjang atau dihentikan," tegas Dani. (git/dit)

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Tim SAR gabungan #kawasan Gunung Bismo #Basarnas Wonosobo #Gunung Bismo #Kabupaten wonosobo