Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tak Hanya di Dalam Lapas, Pemkot Pekalongan Siapkan 12 OPD Dampingi Warga Binaan hingga Kembali ke Masyarakat

Lutfi Hanafi • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:58 WIB
KERJASAMA - Walikota borong pejabatnya untuk tanda tangan Kerjasama dengan Lapas Kelas 2A Pekalongan, pada Rabu (8/7/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
KERJASAMA - Walikota borong pejabatnya untuk tanda tangan Kerjasama dengan Lapas Kelas 2A Pekalongan, pada Rabu (8/7/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pembinaan dan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan bersama Lapas Kelas IIA Pekalongan untuk memperluas program pembinaan hingga bekal kemandirian setelah bebas.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, di Lapas Kelas IIA Pekalongan, Rabu (9/7/2025).

Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, Pemkot Pekalongan ingin memastikan pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada masa menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu kembali hidup mandiri, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kejar Target Luas Tambah Tanam, Pemkot Pekalongan Salurkan Alsintan untuk Ringankan Biaya Produksi Petani

Baca Juga: Sukses Tekan Risiko Banjir Rob, Pemkot Pekalongan Lanjutkan Penataan Pasir Kraton Kramat dan Padukuhan Kraton

Wali Kota Aaf menegaskan setiap warga binaan memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui berbagai pelatihan, pendampingan, hingga program pemberdayaan. Karena itu, keterlibatan banyak OPD diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih beragam sesuai kebutuhan warga binaan.

"Potensi warga binaan sangat besar. Tugas kita adalah membantu mengembangkan potensi tersebut agar setelah selesai menjalani masa pembinaan mereka memiliki keterampilan, percaya diri, dan mampu hidup mandiri," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya bergantung pada pembinaan yang dilakukan di dalam lapas, tetapi juga pada kesiapan lingkungan untuk menerima kembali mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Aaf mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan hingga masyarakat, agar bersama-sama membuka kesempatan bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaannya untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Akses Pendidikan Merata, Anak Yatim hingga Keluarga Rentan di Pekalongan Terima Seragam Gratis

Baca Juga: Bulan Purnama Picu Pasang Laut, Warga Pesisir Kota Pekalongan Diminta Waspadai Ancaman Rob

"Mereka telah menjalani proses pembinaan. Ketika kembali ke masyarakat, sudah seharusnya kita memberi kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan hubungan kerja sama antara Pemerintah Kota Pekalongan dengan jajaran pemasyarakatan selama ini telah berjalan dengan baik.

Penandatanganan nota kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga sehingga program pembinaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang melibatkan 12 OPD tersebut, Pemkot Pekalongan sebut Walikota Aaf berharap proses pembinaan tidak berhenti di balik tembok lapas, tetapi menjadi jembatan yang mengantarkan warga binaan memiliki keterampilan, kesempatan bekerja, serta mampu kembali berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap keterlibatan berbagai perangkat daerah mampu memperluas akses warga binaan terhadap pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial yang akan menjadi bekal penting ketika kembali ke masyarakat.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan. Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat di sekitar Lapas Kelas IIA Pekalongan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dengan lingkungan sekitar.
(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#lembaga permasyarakatan #pembinaan warga lapas #pemkot pekalongan #opd #warga binaan