Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kekeringan, Warga Kemitir Andalkan Dropping Air BPBD Kabupaten Semarang

Adityo Dwi Riyantoto • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:07 WIB
Warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, kini kembali bergantung pada dropping air bersih (ist)
Warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, kini kembali bergantung pada dropping air bersih (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Ungaran –  Warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, kini kembali bergantung pada dropping air bersih akibat kekeringan musim kemarau. Penurunan debit mata air tahunan ini memaksa warga mengantre jerigen demi mencukupi kebutuhan harian.

Upaya pembuatan sumur bor yang telah dilakukan berulang kali dengan anggaran besar hingga kini belum membuahkan hasil karena titik mata air yang belum ditemukan. Guna meringankan beban warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyalurkan bantuan dua tangki air bersih untuk dua RT di wilayah terdampak tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Lia Amelia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah berulang kali mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk melakukan pengeboran sumur di wilayah tersebut. Namun, seluruh upaya tersebut berujung gagal.

"Berkali-kali sudah dilakukan upaya pengeboran berulang kali, bahkan anggarannya cukup banyak. Namun belum ketemu titik yang pas sehingga sumber air yang didapatkan belum maksimal," ujar Lia Amelia.

Baca Juga: Ancaman Kekeringan di Jateng Mulai Meluas, 18 Daerah Terancam

Giyarto, salah satu warga Desa Kemitir, membenarkan bahwa wilayahnya sudah menjadi "langganan" bantuan air bersih. Selama musim kemarau, warga terpaksa berbagi air dengan sistem giliran, di mana satu rumah hanya mendapatkan empat hingga lima jerigen per hari. Warga berharap ke depan ada solusi permanen untuk mengatasi krisis air yang terus berulang ini.

"Selama ini untuk mendapatkan air bersih dengan sistem giliran, setiap hari satu rumah mendapatkan empat sampai lima jerigen, kalau kondisi kemarau memang butuh droping air," akunya. (ria/fth)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#dropping air bersih #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #Lia Amelia #Desa Kemitir #Kabupaten Semarang