METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 01 Kota Semarang memasuki tahap akhir. Meski demikian, masih ada sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang harus diselesaikan kontraktor PT Adhi Karya. Seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas dalam dua pekan.
Kompleks SRT 01 Semarang terdiri atas 28 bangunan. Fasilitas itu mencakup ruang belajar jenjang SD, SMP, dan SMA, serta sarana penunjang lainnya. Tidak hanya Semarang, Sekolah Rakyat di daerah lain di Jawa Tengah juga terus dikebut, diantaranya Proyek di Brebes, Cilacap, dan Wonosobo yang sebelumnya tertinggal kini sudah kembali sesuai jadwal.
Secara nasional, hanya tersisa 11 proyek yang masih memerlukan pengawasan khusus. Bahkan satu di antaranya terancam diputus kontraknya apabila penyedia jasa gagal mengejar target.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, seluruh siswa memperoleh pendidikan gratis lengkap dengan asrama, tempat tidur, seragam, sepatu, buku pelajaran, makan tiga kali sehari, serta makanan ringan dua kali sehari.
"Yang paling cepat memutus rantai kemiskinan adalah sekolah. Anak-anak dibuat pintar dan diberi kesempatan maju," katanya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Pastikan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Sambut Peserta Didik TA 2026/2027
Dody juga menyampaikan pesan Presiden agar para siswa tidak pernah merasa rendah diri. Ia berharap mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Di hadapan para orang tua, Dody mengingatkan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga doa dan dukungan keluarga.
"Ilmu memang penting. Tapi tanpa doa orang tua, anak-anak tidak akan menjadi apa-apa. Teruslah mendampingi dan mendoakan mereka," pungkasnya. (mha/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto