Waspada!! Enam Warga Semarang Tewas Akibat Leptospirosis

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:41 WIB
Info grafis, kasus leptospirosis
Info grafis, kasus leptospirosis

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang Hingga pertengahan Juli 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat enam warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui bakteri dari urine tikus.

Mayoritas kasus ditemukan di kawasan permukiman padat yang kerap dilanda banjir dan rob. Kondisi lingkungan itu dinilai menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan.

Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, tren kematian sebenarnya sudah mulai diprediksi sejak akhir 2025. Hingga kini, jumlah korban meninggal telah mencapai enam orang.

"Sejak akhir tahun lalu kami sudah memprediksi mortalitas meningkat. Sampai Juli ini ada enam kasus meninggal akibat infeksi yang ditularkan tikus, umumnya terjadi di wilayah yang sering terdampak banjir dan rob," ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran kasus semakin luas, Dinkes menggencarkan langkah antisipasi bersama puskesmas dan lintas sektor. Salah satunya melalui gerakan pemberantasan tikus di kawasan yang berisiko tinggi.

"Bersama pemangku wilayah kami melakukan gerakan pemberantasan tikus di lokasi yang berpotensi menjadi sumber penularan leptospirosis," katanya.

Baca Juga: Tak Tunggu Pasien Datang, Dinkes Kota Pekalongan Aktif Lacak Penyakit Menular di Masyarakat

Hakam menjelaskan, bakteri leptospira yang dibawa tikus dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir. Infeksi berisiko berkembang menjadi berat, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Jika terlambat ditangani, penyakit tersebut dapat memicu komplikasi serius, seperti gangguan ginjal, kerusakan hati, hingga gangguan jantung yang berujung kematian.

"Karena itu masyarakat harus segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala setelah beraktivitas di lingkungan yang tergenang banjir atau rob," pungkasnya. (den/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Leptospirosis kota semarang M Abdul Hakam penularan leptospirosis kota semarang banjir dan rob