Vandalisme Rusak Estetika Citywalk Pemalang

Magang • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:04 WIB
CITYWALK : Citywalk Kabupaten Pemalang dibangun untuk memperindah kota dengan harapan jadi ikon kota sebelum dirusak aksi vandalisme. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
CITYWALK : Citywalk Kabupaten Pemalang dibangun untuk memperindah kota dengan harapan jadi ikon kota sebelum dirusak aksi vandalisme. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang - Keberadaan citywalk di Kabupaten Pemalang yang dibangun sebagai ruang publik sekaligus mempercantik wajah kota, kini tercoreng oleh aksi vandalisme. 

Sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut dipenuhi coretan pilok yang mengganggu estetika kota dan kenyamanan para pengunjung.

Salah seorang warga Pemalang, Reza Pradipta mengaku bangga, saat pemerintah membangun citywalk.  

Upaya tersebut bisa mempercantik kawasan perkotaan, di saat Ibu Kota Pemalang kala itu dikenal tidak banyak memiliki ikon kota.

Namun, kebanggaan itu tak berlangsung lama karena berbagai fasilitas mulai dicorat-coret oleh oknum yang diduga kaum remaja. Usia mereka berkisar antara 17 hingga 25 tahun.

RUSAK ESTETIKA KOTA : Aksi vandalisme merusak estetika kota, terutama di citywalk Kabupaten Pemalang. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
RUSAK ESTETIKA KOTA : Aksi vandalisme merusak estetika kota, terutama di citywalk Kabupaten Pemalang. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

Coretan vandalisme itu tampak di berbagai titik di sekitar Citywalk.  Mulai dari pot bunga, trotoar, tembok, hingga rambu lalu lintas.

Reza menjelaskan, bukan hanya coretan kecil biasa. Namun sampai bisa menutupi seluruh tembok ataupun pintu dari ruko-ruko sekitar.

Menurut Reza, aksi tersebut sebenarnya sudah sering terjadi, bahkan sebelum kawasan citywalk dibangun. Namun, hingga kini persoalan itu belum juga terselesaikan.

"Saya tahu coretan pilok itu memang sudah ada sebelum dibangun citywalk. Tapi setelah dibangun justru tambah parah. Jadi citywalk dibangun untuk ikon Pemalang ini jadi terasa tidak terawat,” kata Reza 21 Juli 2026.

Ia juga menilai kurangnya kepedulian masyarakat menjadi salah satu penyebab vandalisme terus berulang.

Menurutnya, masyarakat seharusnya turut menjaga fasilitas umum, bukan menganggap aksi semacam itu sebagai hal yang biasa.

"Harusnya masyarakat juga ikut menjaga. Jangan sampai vandalisme dianggap hal yang normal. Ruang publik seperti ini kan milik bersama," katanya.

Hal serupa disampaikan salah seorang pedagang di kawasan citywalk, Siti. Ia mengatakan, aksi vandalisme memang tidak terlalu berdampak pada penjualan.

Namun dibuat dengan secantik ini, keberadaan coretan liar membuat lingkungan usaha terlihat kurang rapi dan mengurangi nilai estetika kawasan.

"Kalau penjualan tidak terlalu berpengaruh, tapi toko jadi terlihat kurang rapi. Karena ada coretan-coretan dari oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Meskipun berjualan disana, Siti tak pernah melihat langsung aksi itu dilakukan. Menurutnya, aksi tersebut, pasti dilakukan ketika tengah malam saat warga sudah pada tidur. “Jadi sampai saat ini pelaku pastinya belum pernah terjawab,” katanya.

Warga berharap, pemerintah segera bertindak nyata mengatasi vandalism tersebut, baik lewat pengawasan yang lebih ketat maupun penertiban langsung.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, agar citywalk tetap bersih, nyaman, dan indah untuk semua.

“Ya saya berharap, semoga dari pihak pengelola maupun pemerintah segera menindaklanjuti atau pengamanan yang diperketat. Sayang sekali kalau sudah dibuat sebagus ini, tapi tidak terawat. Karena jujur saja, pilok-pilok itu sangat mengganggu,” jelas Siti. (salwa.najaha/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
aksi vandalisme citywalk Pemalang estetika kota Kabupaten pemalang