METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan menunjukkan komitmen kuat menjaga kualitas air minum masyarakat dengan mengalokasikan anggaran daerah agar seluruh puskesmas tetap dapat melaksanakan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT).
Meski hanya empat dari 14 puskesmas yang memperoleh pendanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat, sepuluh puskesmas lainnya tetap menjalankan pemantauan melalui dukungan APBD.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Programmer Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Atik Sarifatun, saat melakukan pendampingan kegiatan surveilans di Puskesmas Buaran, Kota Pekalongan.
Menurut Atik, SKAMRT dan Surveilans Kualitas Udara Dalam Rumah (SKUDR) dilaksanakan di seluruh 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Namun, jumlah puskesmas yang menjadi lokasi surveilans menyesuaikan besaran pendanaan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Gedung Baru Pemkot Pekalongan Capai 60 Persen
Baca Juga: Destinasi Baru, Ngopi Senja Berlatar Jembatan Merah Kalikuto Ramai Diburu Pecinta Kopi
"Semua kabupaten dan kota menjadi sasaran. Hanya saja jumlah puskesmas yang menjadi lokus berbeda-beda. Di Kota Pekalongan, dari 14 puskesmas hanya empat yang mendapatkan pendanaan BOK dari pusat. Namun Pemerintah Kota Pekalongan mengalokasikan pendanaan APBD sehingga 10 puskesmas lainnya tetap dapat melaksanakan surveilans," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai dukungan APBD tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjaga kualitas kesehatan lingkungan melalui pemantauan yang lebih luas.
Dengan cakupan surveilans yang menyentuh seluruh puskesmas, data yang dihasilkan diharapkan lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan kualitas air minum masyarakat.
Atik menegaskan, hasil surveilans menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pemerintah daerah meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
"Target kami tentu kualitas air minum yang memenuhi syarat terus meningkat, baik dari aspek bakteriologis, fisik maupun kimia. Indikator ini selaras mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat," jelasnya.
Baca Juga: Jejak Arthur Rimbaud Hidupkan Wisata Sejarah Jalur KA
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Polres Pemalang Siapkan Personel Prima
Berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya, sumber air minum dari jaringan PDAM masih menunjukkan kualitas yang relatif lebih baik. Sementara pada sejumlah sumber air lainnya masih ditemukan kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli), sehingga diperlukan upaya pembinaan dan perbaikan kualitas air secara berkelanjutan.
Setelah seluruh proses surveilans selesai, hasilnya akan dianalisis oleh pemerintah kabupaten dan kota untuk kemudian dievaluasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah pusat.
Apabila ditemukan indikator yang belum memenuhi standar kesehatan, akan dilakukan pembinaan sekaligus penyusunan strategi perbaikan.
Selain pengawasan melalui surveilans, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pada pilar pengamanan air minum dan makanan rumah tangga.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Lantik Delapan Kepsek, Seleksi 13 Calon Berlanjut
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Siap Kembangkan Pembinaan Produktif ala Nusakambangan
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih sumber air yang aman dan memenuhi standar kesehatan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan pendanaan dari pemerintah daerah, kualitas air minum rumah tangga di Kota Pekalongan diharapkan terus membaik sehingga risiko penyakit akibat lingkungan dapat ditekan.
"Kalau hasilnya belum memenuhi syarat, kami akan melakukan pembinaan bersama kabupaten/kota untuk menyusun strategi yang tepat agar kualitas air minum masyarakat terus meningkat," tambahnya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com