METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kota Pekalongan menorehkan prestasi di tingkat Jawa Tengah dengan meraih peringkat pertama Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) kategori Kota. Capaian tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan daerah menciptakan iklim investasi.
Wali Kota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid (Aaf) mengatakan penghargaan tersebut merupakan bonus dari komitmen pemerintah bersama seluruh jajaran dalam mendorong pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Kota Pekalongan sepanjang 2025 mencapai hampir Rp500 miliar. Angka tersebut diharapkan terus meningkat seiring upaya pemerintah menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
"Kita juga masuk tiga besar nasional dan nanti akan kita presentasi di akhir Agustus maupun awal September. Mudah-mudahan semuanya lancar," ujar Aaf, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Kasus Korupsi PDAM Kota Pekalongan, Fakta Akan Dibongkar
Ia menegaskan, meski Kota Pekalongan tidak memiliki kawasan industri besar, pemerintah menyiapkan SDM agar warga lokal mampu mengambil peluang dari pertumbuhan industri di wilayah Jawa Tengah.
Ia menegaskan, meski Kota Pekalongan tidak memiliki kawasan industri besar, pemerintah menyiapkan SDM agar warga lokal mampu mengambil peluang dari pertumbuhan industri di wilayah Jawa Tengah.
Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan kerja dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Aaf berharap peningkatan investasi di Jawa Tengah turut membuka peluang kerja bagi masyarakat Pekalongan.
Puncak Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dengan mengusung tema "Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji". Perayaan dikemas sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antardaerah.
Acara juga memberikan ruang bagi masyarakat akar rumput, mulai petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda hingga penyandang disabilitas.
Baca Juga: Demo MBG dan Ekonomi Lemah, BEM UI Debat Dengan Polisi di HI
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng turut memaparkan capaian pembangunan, termasuk realisasi investasi semester pertama 2026 yang mencapai Rp59,94 triliun serta penurunan angka kemiskinan menjadi 9,21 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng turut memaparkan capaian pembangunan, termasuk realisasi investasi semester pertama 2026 yang mencapai Rp59,94 triliun serta penurunan angka kemiskinan menjadi 9,21 persen.
Rangkaian peringatan juga diwarnai berbagai apresiasi dan penghargaan bagi daerah maupun elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Tengah. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. (han)
Sumber : metropekalongan.com