METROPEKALONGAN.COM, Batang — Seorang pemuda asal Karangtengah, Kabupaten Pemalang, ditemukan terlantar dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Alas Roban, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Di tengah kebingungan dan tubuh yang kelelahan, pertolongan justru datang dari kepedulian seorang kepala desa yang tak tega membiarkannya sendirian.
Pemuda berusia sekitar 30 tahun itu ditemukan warga Desa Plelen pada Rabu pagi, (19/8/2026). Saat ditemukan, kondisinya cukup mengenaskan. Kakinya mengalami pembengkakan, sementara kulit di bagian kaki terlihat mengelupas. Ia juga tampak linglung seperti seseorang yang telah berjalan sangat jauh.
Taman, salah seorang perangkat Desa Plelen, kemudian membawa pemuda tersebut ke kantor desa. Ia diberi makanan dan minuman agar kondisinya kembali membaik.
Kepala Desa Plelen Siti Amri Alimatul Muflikhah kemudian mencoba mendekatinya. Dengan pendekatan layaknya seorang ibu kepada anak yang sedang kesusahan, Amri mengajak pemuda tersebut berbicara perlahan untuk menggali informasi mengenai identitas dan asal usulnya.
Baca Juga: Pagenteran Pemalang Kekeringan, Polwan Salurkan 13.000 Liter Air Gratis
Baca Juga: Rekonstruksi 17 Adegan Penganiayaan Maut Kota Pekalongan
Pemuda tersebut mengaku bernama Agus Safiudin. Ia masih mengingat bahwa dirinya berasal dari Kabupaten Pemalang, tetapi tidak mampu menyebutkan dengan pasti kecamatan maupun alamat lengkap tempat tinggalnya.
Ia hanya mengingat nama orang tuanya, Jumali dan Fatimah.
“Agus mengaku keluar rumah untuk jalan jalan, tapi entah mengapa bisa sampai seperti ini. Awalnya kami mengira dia ODGJ, tapi setelah saya ajak bicara ternyata bisa menjawab dengan lancar,” kata Siti Amri, Jumat (21/8/2026).
Yang menarik, Agus justru lebih banyak membuka cerita ketika berbicara dengan Kades Plelen. Kepada orang lain, ia cenderung diam, sementara sebagian ingatannya masih terlihat samar.
Tak ingin berhenti pada informasi yang terbatas, Siti Amri kemudian meminta bantuan Solikhin, Sekretaris Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, yang menjadi kepanjangan tangan Dinas Sosial untuk membantu melacak identitas Agus.
Baca Juga: Dokter RSUD Bendan Juara 1 Medis Tanggap Bencana
Baca Juga: Kasus Korupsi PDAM Kota Pekalongan, Fakta Akan Dibongkar
Penelusuran akhirnya menemukan titik terang. Nama Agus Safiudin beserta keterangan mengenai asal daerahnya ternyata sesuai dengan data yang ditemukan. Dari penelusuran tersebut juga diperoleh nomor telepon Pemerintah Desa Karangtengah.
Siti Amri segera menghubungi pihak Desa Karangtengah. Komunikasi tersebut kemudian tersambung hingga kepada keluarga Agus.
Pemerintah Desa Karangtengah, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, membenarkan bahwa Agus Safiudin merupakan warganya. Bahkan, Kades Plelen sempat melakukan video call dengan orang tua Agus yang menyatakan kesediaan untuk menjemput anaknya.
Baca Juga: Mantan Dirut PDAM Kota Pekalongan Ditahan, Diduga Korupsi Rp2,7 Miliar
Baca Juga: Demo MBG dan Ekonomi Lemah, BEM UI Debat Dengan Polisi di HI
Namun, harapan untuk segera kembali ke rumah kembali menghadapi kendala. Pada sore harinya, orang tua Agus menghubungi Siti Amri dan menyampaikan bahwa mereka tidak sanggup datang menjemput karena keterbatasan ekonomi. Sementara itu, Pemerintah Desa Karangtengah juga membutuhkan waktu untuk mengurus penggunaan Mobil Siaga Desa.
Kondisi tersebut membuat Agus harus kembali menunggu di Desa Plelen. Malam itu, kantor desa berubah menjadi tempat perlindungan sementara bagi pemuda tersebut. Agus diperbolehkan tidur di ruang depan kantor desa. Sebelumnya, ia diminta mandi, diberi pakaian bersih, dibelikan sandal, serta kembali mendapatkan makanan.
Bagi Siti Amri, membiarkan Agus tetap terlantar bukan pilihan. Setelah identitas dan keluarganya berhasil ditemukan, yang terpenting adalah memastikan pemuda tersebut dapat kembali ke rumah dengan aman.
Keesokan harinya, Kamis, (20/8/2026), Pemerintah Desa Plelen mengambil langkah kemanusiaan. Agus akhirnya dipulangkan menuju kampung halamannya di Karangtengah, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menggunakan ojek online.
Tidak hanya mengantarkan, Pemerintah Desa Plelen juga membekali Agus selama perjalanan agar ia memiliki bekal ketika kembali bertemu keluarganya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com