Pemkot Pekalongan Gandeng Talenta Lokal Percantik Wajah Kota

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:44 WIB
BERFOTO BERSAMA : Walikota Aaf saat berfoto Bersama dengan peserta seminar PiLARchitalk bertema “Empowering Local Talent to Shape More Beautiful Pekalongan Raya” di Hotel Amandaru, Sabtu (5/9/2026).(IST)
BERFOTO BERSAMA : Walikota Aaf saat berfoto Bersama dengan peserta seminar PiLARchitalk bertema “Empowering Local Talent to Shape More Beautiful Pekalongan Raya” di Hotel Amandaru, Sabtu (5/9/2026).(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wajah Kota Pekalongan ke depan tak hanya dibentuk melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui sentuhan desain, kreativitas, dan gagasan talenta lokal.

Pemerintah Kota Pekalongan membuka ruang kolaborasi dengan para arsitek dan urban planner untuk bersama-sama menghadirkan kawasan kota yang lebih menarik dan berkarakter.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid (Aaf) saat menjadi narasumber dalam PiLARchitalk bertema “Empowering Local Talent to Shape More Beautiful Pekalongan Raya” di Ballroom Hotel Amandaru Kota Pekalongan, Sabtu (5/9/2026).

Forum yang digagas Pekalongan Influencer Architects (PiLAR) itu mempertemukan pemerintah dan pelaku profesi arsitektur untuk membicarakan peluang keterlibatan talenta lokal dalam pembangunan Kota Pekalongan maupun kawasan Pekalongan Raya.

PiLARchitalk menghadirkan Ketua PiLAR Zulfikar Ali, S.T. serta arsitek dan urban planner tingkat nasional Dr. Diana Ayudya, S.T., M.T.

Bagi Aaf, keberadaan para arsitek lokal merupakan potensi yang dapat ikut memperkuat pembangunan daerah. Gagasan dan perspektif mereka dinilai penting, terutama dalam menghadirkan ruang kota yang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memiliki nilai estetika.

Baca Juga: Pelajar Kota Pekalongan Diajak Bijak Gunakan AI dan Tertib Lalu Lintas

Baca Juga: Walikota Aaf Pacu Padel Kota Pekalongan Punya Jenjang Pembinaan

“Teman-teman PiLAR ini arsitek semua yang ada di Kota Pekalongan dan Pekalongan Raya. Masukan-masukan dari teman-teman PiLAR pasti sangat bermanfaat untuk pembangunan Kota Pekalongan,” ujar Aaf.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruang dan elemen kota yang bisa ditata lebih baik. Karena itu, Pemkot Pekalongan tidak ingin diskusi tersebut berhenti sebagai forum bertukar gagasan semata.

Aaf justru mendorong agar komunikasi antara pemerintah dan komunitas arsitek lokal terus dilanjutkan melalui berbagai bentuk pertemuan, baik dalam forum resmi maupun diskusi informal.

 

“Ini bukan diskusi terakhir, ini baru awal. Nanti pertemuan formal maupun nonformal akan kita lanjutkan,” tegasnya.

Sejumlah ide pun mulai muncul dalam forum tersebut. Salah satunya berkaitan dengan penataan papan penanda di kawasan perbatasan Kota Pekalongan serta berbagai elemen visual kota yang dinilai dapat diperkuat agar memberikan kesan lebih representatif bagi masyarakat maupun orang yang datang ke Pekalongan.

Bagi Pemkot Pekalongan, penataan elemen-elemen tersebut bukan sekadar memperindah kota. Tampilan ruang publik yang dirancang dengan baik juga dapat menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus membangun kesan positif terhadap Kota Pekalongan.

“Intinya nanti untuk mempercantik tampilan Kota Pekalongan. Saya yakin teman-teman PiLAR begitu dikasih tugas langsung kerja, langsung jalan,” pungkas Aaf.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Wali Kota Pekalongan H A Afzan Arslan Djunaid Pekalongan Influencer Architects PiLARchitalk kota pekalongan Pekalongan Raya