Lima Kali Kebakaran, KAI Daop 4 Perketat Pengawasan Jalur Rel

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 08:14 WIB
TERBAKAR : Kemarau salah satu titik di jalur KA Daop 4 mengalami kebakaran, dan kini pihgaknya akna semakin waspada.(IST)
TERBAKAR : Kemarau salah satu titik di jalur KA Daop 4 mengalami kebakaran, dan kini pihgaknya akna semakin waspada.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Lima kejadian kebakaran atau titik api muncul di sekitar jalur kereta api (KA) wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang selama September 2026.

Rentetan kejadian tersebut membuat KAI Daop 4 meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan terhadap jalur dan lingkungan sekitar kini diperketat, terutama di tengah musim kemarau ketika rumput, jerami, sekam, sampah, serta material kering lainnya lebih mudah terbakar.

Bagi perjalanan kereta api, persoalan bukan hanya soal api yang mendekati jalur. Asap tebal yang muncul dari kebakaran juga dapat mengurangi jarak pandang masinis dan berpotensi mengganggu aspek keselamatan perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, kondisi lingkungan yang semakin kering perlu menjadi perhatian bersama.

“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis,” ujar Luqman, Jumat (18/9/2026).

Lima kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah operasional Daop 4 Semarang. KAI bersama petugas kewilayahan dan pemadam kebakaran melakukan penanganan setiap kali menerima informasi mengenai kebakaran maupun titik api.

Baca Juga: BI Tegal Ingatkan UMKM Cek QRIS agar Tak Diganti

Baca Juga: Penutupan Zona Pasif TPA Degayu Baru 47 Persen

Kejadian pertama tercatat pada Minggu (6/9/2026) di sekitar KM 83+500 hingga KM 84+100 petak Kapuan–Cepu. Api membakar lahan tebu di sekitar jalur KA.

Petugas KAI berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan Damkar Kota Cepu untuk menangani kebakaran tersebut. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak menyebabkan gangguan terhadap perjalanan KA.

Masih pada hari yang sama, kebakaran terjadi di area belakang Griya Karya Tawang, sekitar Stasiun Semarang Tawang. Petugas KAI bersama pemadam kebakaran bergerak melakukan penanganan.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kobaran api berdampak terhadap tiga kendaraan.

Dua hari kemudian, Selasa (8/9/2026), titik kebakaran kembali ditemukan di sekitar KM 148+900, Desa Slerok, Tegal. Kali ini api muncul dari lahan dan rumput yang kering sebelum merembet ke area sekitarnya.

Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan dan Pungli, 2 Guru di Cilacap Dinonaktifkan

Baca Juga: Kapolres Pekalongan Kota Santuni Korban Kebakaran

Petugas KAI bersama warga melakukan penanganan awal sambil menunggu pemadam kebakaran tiba. Api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Titik api berikutnya muncul pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 17.42 WIB di sekitar KM 48+700/800 petak jalan Karangjati–Sedadi, jalur hilir.

Berdasarkan informasi awal, titik api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sisa hasil panen di sekitar lokasi.

Begitu menerima laporan, petugas KAI langsung berkoordinasi dengan PPKA Stasiun Sedadi dan PPKA Stasiun Kedungjati. Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) kemudian melakukan penanganan di lokasi.

Hanya dalam beberapa menit, titik api berhasil dipadamkan. Pada pukul 17.49 WIB api dinyatakan padam, sedangkan satu menit berikutnya lokasi dinyatakan aman oleh petugas PPJ. Kejadian tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan KA.

Sehari berselang, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 08.22 WIB, kembali ditemukan titik api di dekat jalur hilir KM 105 petak jalan Comal–Petarukan.

Baca Juga: Kemarau Bikin Air Seret, Perumda Tirtayasa Tambah Pasokan Pringrejo

Baca Juga: Chat Tak Senonoh Berujung Mediasi, Guru MTs Mundur

Informasi tersebut diketahui Deputy Daop 4 Semarang ketika melakukan pemeriksaan lintas Semarang–Tegal. KAI kemudian bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama PPKA Stasiun Comal, Pusat Pengendalian Operasi (Pta), serta dinas terkait.

Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab titik api dan kondisi perjalanan KA masih dalam pemantauan.

Luqman mengatakan, KAI tidak hanya mengandalkan respons setelah kebakaran terjadi. Pemantauan terhadap jalur dan lingkungan sekitar terus dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan sedini mungkin.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan unsur kewilayahan juga diperkuat. Langkah tersebut diperlukan agar ketika muncul api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur KA, penanganan dapat segera dilakukan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA,” kata Luqman.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, jerami, sekam, rumput kering maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA.

Masyarakat yang melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur KA juga diminta segera melaporkannya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Daop 4 Semarang jalur kereta kebakaran Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif pt kai