METROPEKALONGAN.COM, Temanggung- Harga cabai rawit di tingkat petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kembali mengalami kenaikan.
Saat ini, harga komoditas tersebut berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, dengan harga tertinggi mencapai Rp56.000 per kilogram berdasarkan kondisi pasar yang disampaikan pemerintah daerah.
Meski harga cabai rawit naik, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung memastikan pasokan cabai untuk kebutuhan masyarakat masih mencukupi.
Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, mengatakan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh menurunnya produktivitas tanaman.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi akibat musim kemarau yang membuat sebagian tanaman cabai milik petani mulai mengalami penurunan produksi.
“Harga memang mengalami kenaikan, namun Pemkab Temanggung memastikan ketersediaan cabai masih mencukupi,” kata Joko di Temanggung, Selasa.
Menurut Joko, kenaikan harga cabai rawit di Temanggung tidak hanya disebabkan oleh penurunan produktivitas tanaman. Siklus tanam petani juga turut memengaruhi jumlah cabai yang tersedia di pasaran.
Sejumlah petani saat ini mulai membongkar tanaman cabai yang sudah lama dan menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan waktu produksi dengan kebutuhan masyarakat, terutama menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.
Kondisi peralihan musim tanam tersebut membuat pasokan cabai di tingkat petani mengalami perubahan sehingga turut berdampak terhadap harga.
Meski harga cabai rawit mengalami kenaikan, produksi cabai di Temanggung masih tergolong besar. Pada musim tanam Juni lalu, produksi cabai rawit dan cabai besar di Kabupaten Temanggung mencapai sekitar 100.000 ton.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan masyarakat Temanggung yang diperkirakan hanya sekitar 4.000 ton.
Dengan kondisi tersebut, sebagian produksi cabai Temanggung kemudian dipasarkan ke luar daerah.
Beberapa wilayah yang menjadi tujuan distribusi antara lain Jakarta, Sumatera, serta sejumlah kota besar di Jawa Barat.
Joko menegaskan, besarnya produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah daerah memastikan ketersediaan cabai untuk kebutuhan masyarakat tetap aman, meskipun harga di tingkat petani sedang mengalami kenaikan.
Kondisi harga cabai rawit tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto