Enam Batik Jepara Kini Dipajang di Museum Pekalongan

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:31 WIB
SERAHKAN - Penyerahan hibah 6 buah kain batik asli Jepara dari Dekranasda Kabupaten Jepara kepada Pemerintah Kota Pekalongan, usai upacara peringatan Hari Batik Nasional, di Museum Batik Pekalongan, Juamt (2/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).
SERAHKAN - Penyerahan hibah 6 buah kain batik asli Jepara dari Dekranasda Kabupaten Jepara kepada Pemerintah Kota Pekalongan, usai upacara peringatan Hari Batik Nasional, di Museum Batik Pekalongan, Juamt (2/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Enam karya batik khas Kabupaten Jepara kini menjadi bagian dari koleksi Museum Batik Kota Pekalongan. Karya tersebut diserahkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara kepada Dekranasda Kota Pekalongan, Jumat (2/10/2026), untuk membuka ruang lebih luas bagi masyarakat mengenal batik Jepara.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo mengatakan, keenam batik yang diserahkan bukan sekadar kain dengan ragam motif.

Setiap karya menyimpan cerita tentang lingkungan, tradisi, identitas masyarakat, serta keterampilan tangan para pembatik Jepara.

“Kami membawa enam karya batik Jepara untuk dihibahkan kepada Museum Batik Pekalongan. Batik-batik ini kami serahkan bukan semata sebagai kain, tetapi sebagai cerita tentang Jepara dan hasil tangan para pembatiknya,” ujar Laila.

Keenam karya tersebut selanjutnya dipajang di Museum Batik Kota Pekalongan. Dengan demikian, pengunjung dapat melihat langsung ragam motif batik Jepara, termasuk wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Dorong Pembatik Kantongi Sertifikasi

Baca Juga: Bukan Sekadar Administrator, Kepala SD Kini Jadi Pemimpin Pembelajaran

Enam karya yang dihibahkan terdiri atas Batik Elung Bumi Kartini karya Suyanti dari Nalendra Galeri, Batik Sulur Mantingan karya Suliswati dari Hasna Batik, serta Batik Ciprat Waluyotomo yang dibuat para penyandang disabilitas mental dari RPSDM Waluyotomo Jepara.

Tiga karya lainnya yakni Batik Gentong Keramat Ukiran Lung-Lungan karya Ahmad Jalaludin dari Batik Mapan Singorojo, Batik Lomban Samudra Berkah karya Titik Susanti dari Safana Batik, serta Batik Alam Asri Desaku karya Azzahra Ayu Krisna dari Program Kecakapan Wirausaha (PKW).

Laila menjelaskan, motif batik Jepara tumbuh dari cerita dan kehidupan masyarakat. Lingkungan, tradisi, serta kekayaan budaya daerah menjadi sumber inspirasi yang kemudian dikembangkan para perajin di berbagai desa.

“Kami ingin karya mereka memiliki ruang untuk dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat yang datang ke Museum Batik Pekalongan,” tuturnya.

Baca Juga: Kreakota 2026 Dorong Batik Jadi Penopang Ekonomi Kota Pekalongan

Baca Juga: Dari Keraton hingga Jadi Seragam Kerja, Ini Sejarah Batik

Penyerahan enam karya tersebut dilakukan Laila kepada Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya dan dituangkan dalam berita acara serah terima. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian KREAKOTA 2026 Crafting Creative Connections.

Pada kesempatan yang sama, Dekranasda Kabupaten Jepara dan Dekranasda Kota Pekalongan juga menandatangani perjanjian kerja sama. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah melalui pengembangan kerajinan dan ekonomi kreatif.

Inggit Soraya menyambut baik penyerahan karya batik tersebut. Menurut dia, Museum Batik Pekalongan menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan batik Jepara kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.

“Harapannya nanti batik ini bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke Museum Batik, karena pengunjung di sini juga nasional bahkan internasional. Mudah-mudahan batik Jepara ini juga bisa mendunia,” kata Inggit.

Ia menilai setiap karya yang diserahkan memiliki karakter tersendiri. Kekhasan tersebut terlihat dari motif yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga membawa cerita dan sejarah dari daerah asalnya.

Baca Juga: Dulu Batik Hanya untuk Keraton, Begini Sejarahnya

Baca Juga: Sempat Diklaim Cina dan Malaysia, IShowSpeed Temukan Fakta, Batik Asli Indonesia

“Saya melihat motif-motif di sini juga unik sekali, membawa kekhasan dari Kabupaten Jepara, dan di motif batiknya sendiri ada cerita dan sejarahnya,” ujarnya.

Penyerahan koleksi tersebut juga tidak terlepas dari kunjungan studi tiru Dekranasda Kabupaten Jepara ke Dekranasda Kota Pekalongan. Laila mengatakan Kota Pekalongan dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan batik dan dikenal sebagai salah satu kota batik.

“Kami memilih Kota Pekalongan sebagai lokasi studi tiru karena yang pertama, Kota Pekalongan terkenal sebagai kota batik. Kami di Jepara juga memiliki batik yang perlu terus dikembangkan, baik dari segi motif maupun pewarnaannya,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dekranasda Jepara juga mempelajari teknik pewarnaan alami yang menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan batik. Pengelolaan limbah produksi juga menjadi bagian penting dari pembelajaran.

“Kami berniat belajar mengenali batik, baik dari proses produksinya maupun pengelolaan limbahnya. Di sisi lain, saya juga ingin belajar tentang pengelolaan organisasi Dekranasda dari Kota Pekalongan,” tambahnya.

 

Langkah tersebut menunjukkan upaya Dekranasda Kabupaten Jepara untuk tidak hanya memperkenalkan karya pembatik lokal, tetapi juga meningkatkan kualitas, kreativitas, daya saing, dan keberlanjutan produksi kerajinan daerah.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Kreakota 2026 Batik Jepara Dekranasda Jepara Koleksi Batik Jepara museum batik pekalongan