Rem Blong, Truk Muat 20 Ton Oli Masuk Jurang Alas Roban

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:25 WIB
BERCECERAN : Nampak ratusan botol oli yang berceceran di jurang jalur Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
BERCECERAN : Nampak ratusan botol oli yang berceceran di jurang jalur Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Perjalanan truk box bermuatan 20 ton oli dari Tangerang menuju Surabaya berubah menjadi petaka saat melintas di jalur Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).

Truk box bernomor polisi N-9481-UV itu mengalami kegagalan fungsi rem ketika memasuki turunan dan tikungan tajam. Kendaraan akhirnya keluar jalur dan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Pengemudi truk, Puput Adhitio (42), warga Kedungsugih, Pagerbarang, Kabupaten Tegal, mengatakan perjalanan sebelumnya berlangsung normal. Ia mengaku sudah cukup mengenal jalur Daendels Alas Roban yang memiliki banyak tanjakan, turunan dan tikungan tajam.

Menurut Puput, dirinya memang memilih jalur tersebut karena pertimbangan tertentu dibandingkan melintasi jalur lingkar. Di jalur lingkar, kendaraan dengan muatan berat harus mengerem dalam waktu cukup panjang saat melewati turunan.

Baca Juga: Mahasiswa hingga Pembatik Berebut Juara Ngerensi Batik

Baca Juga: Aaf Dorong Warga Dukung Bulan Dana PMI, Target Rp700 Juta

Namun, situasi berubah ketika truk mendekati tikungan dan turunan terakhir Alas Roban. Rem kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi. Puput berusaha mengendalikan laju truk, tetapi kondisi jalan yang menikung tajam membuat kendaraan sulit dikendalikan. Beruntung, Puput berhasil selamat dari kecelakaan tersebut tanpa mengalami luka.

"Mendekati tikungan dan turunan terakhir rem tiba-tiba blong. Saya berusaha mengendalikan kendaraan, tetapi karena jalan menikung tajam akhirnya truk masuk jurang," kata Puput.

Nasib berbeda dialami Agus Setiawan (35), pengemudi cadangan yang berada di dalam kendaraan. Saat melihat truk mengarah ke jurang, Agus memilih menyelamatkan diri dengan melompat melalui pintu sebelah kiri.

Tindakan tersebut membuat Agus mengalami cedera cukup parah pada bagian kaki. Ia kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RSI Weleri. Sementara itu, seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya memberikan keterangan berbeda mengenai detik-detik sebelum truk masuk jurang.

Saksi menyebut truk sempat berusaha mengikuti arah jalan dengan membelok ke kanan. Namun, dari arah berlawanan melaju sebuah truk yang identitasnya belum diketahui.

 

Kedua kendaraan disebut sempat bersenggolan. Setelah itu, pengemudi truk box diduga membanting setir ke kiri hingga akhirnya kendaraan masuk ke jurang.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari informasi di lokasi dan perlu dikaitkan dengan hasil pemeriksaan petugas untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Baca Juga: Mengenal Garang Asem Khas Pekalongan yang Legendaris

Baca Juga: Polres Pemalang Tepis Narasi Liar Kasus Pelajar SD

Di tengah proses evakuasi, persoalan lain justru muncul. Muatan oli yang berserakan setelah truk masuk jurang dimanfaatkan sejumlah orang yang diduga mengambil barang tersebut tanpa hak.

Beberapa orang terlihat membawa karung hingga memanggul dus berisi puluhan botol oli dari sekitar lokasi kecelakaan. Aksi tersebut tetap berlangsung meskipun telah mendapat peringatan.

Penjarahan baru berhenti setelah petugas Satlantas Polresta Batang tiba di lokasi dan melakukan penanganan.

Kecelakaan di jalur Daendels Alas Roban kembali menjadi pengingat bahwa kondisi kendaraan harus benar-benar diperiksa sebelum menempuh perjalanan jauh, terlebih kendaraan dengan muatan berat.

Jalur tersebut memiliki karakter jalan yang menantang, mulai dari tanjakan, turunan, tikungan tajam hingga sisi jalan yang berbatasan dengan jurang.

Bagi pengemudi kendaraan berat, kondisi sistem pengereman menjadi salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan rem, kondisi ban, muatan dan kesiapan kendaraan menjadi penting sebelum perjalanan dimulai.

Peristiwa truk bermuatan 20 ton oli yang terjun ke jurang ini menunjukkan betapa cepat kondisi darurat dapat terjadi di jalur dengan kontur ekstrem seperti Alas Roban.

MetroPekalongan.com mencatat, selain keselamatan pengemudi dan penumpang, kejadian tersebut juga kembali menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak mengambil barang dari kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Muatan yang jatuh atau berserakan akibat kecelakaan bukan berarti menjadi milik siapa pun yang menemukannya. Penanganan seharusnya diserahkan kepada pemilik barang dan petugas yang berada di lokasi.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Truk Masuk Jurang Batang Rem Blong Alas Roban Truk Muatan Oli Kecelakaan Batang alas roban