Hindari Rem Panas di Jalan Lingkar, Truk Malah Masuk Jurang

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:26 WIB
TURUNAN TAJAM : Nampak kondisi yang jatuh muatan oli ke jatuh jurang di Jalan Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
TURUNAN TAJAM : Nampak kondisi truk muatan oli ke jatuh jurang di Jalan Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Batang– Ada alasan khusus di balik keputusan Puput Adhitio, sopir truk box bermuatan 20 ton oli, memilih melintasi jalur lama Poncowati atau Jalan Daendels Alas Roban, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).

Jalur tersebut dikenal memiliki karakter ekstrem dengan tanjakan, turunan dan tikungan tajam. Namun bagi Puput, jalur itu justru dianggap lebih aman dibandingkan jalan lingkar yang memiliki turunan panjang.

Pertimbangan tersebut akhirnya menjadi ironi. Truk Isuzu bernomor polisi N 9481 UV yang dikemudikannya dari Tangerang menuju Surabaya justru mengalami rem blong saat memasuki turunan menjelang tikungan terakhir.

Truk yang membawa sekitar 20 ton oli mobil dan oli motor itu kemudian keluar jalur dan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter.

Baca Juga: Mahasiswa hingga Pembatik Berebut Juara Ngerensi Batik

Baca Juga: Aaf Dorong Warga Dukung Bulan Dana PMI, Target Rp700 Juta

Puput mengatakan kondisi kendaraan sudah diperiksa sebelum berangkat. Sepanjang perjalanan dari Tangerang, tidak ada tanda-tanda gangguan pada sistem pengereman. Masalah baru muncul ketika kendaraan memasuki kawasan Poncowati dan mendekati tikungan terakhir.

"Jalan lingkar memang tidak ada tikungan tajam dan terlihat datar, tetapi sebenarnya jalan itu menurun," kata Puput.

Menurutnya, kondisi jalan lingkar dengan turunan panjang membuat pengemudi kendaraan berat harus terus menggunakan rem. Ia khawatir penggunaan rem secara terus-menerus membuat komponen pengereman panas dan kehilangan daya cengkeram.

Karena pertimbangan itulah Puput memilih jalur lama Daendels Alas Roban yang memiliki kontur lebih menantang tetapi dianggap tidak membuat rem bekerja sepanjang turunan.

Baca Juga: Rem Blong, Truk Muat 20 Ton Oli Masuk Jurang Alas Roban

Baca Juga: Polres Pemalang Tepis Narasi Liar Kasus Pelajar SD

Namun, ketika berada di jalur tersebut, rem truk tiba-tiba tidak berfungsi. Dalam kondisi panik, Puput berusaha mempertahankan kendali kendaraan sembari membunyikan klakson berkali-kali. Tujuannya agar pengguna jalan dari arah berlawanan mengetahui bahwa truk sedang mengalami masalah.

Situasi semakin sulit ketika dari arah berlawanan muncul truk lain yang identitasnya belum diketahui.

Puput menduga kedua kendaraan sempat berserempetan ketika berada di tikungan. Setelah itu, truk box kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan hingga akhirnya masuk jurang.

"Saya berusaha mengendalikan kendaraan melewati tikungan, tapi truk lain dari arah berlawanan menyerempet," ujar Puput dengan suara gemetar.

Baca Juga: Taklukkan Pantura dan Alas Roban, Teguh Kejar Mimpi Bertemu Jokowi

Baca Juga: 14 Hari Dorong Gerobak, Keluarga Pemulung Tembus Alas Roban, Demi Jokowi

Puput selamat tanpa mengalami luka. Namun, pengemudi cadangan, Agus Setiawan, mengalami cedera pada kaki setelah memilih melompat dari pintu sebelah kiri ketika mengetahui kendaraan tidak dapat dihentikan. Agus kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di RSI Weleri.

Kecelakaan tersebut membuat badan truk mengalami kerusakan cukup parah. Kardus dan jeriken berisi oli juga berhamburan di dasar jurang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengemudi kendaraan berat bahwa pemilihan jalur harus mempertimbangkan kondisi kendaraan, karakter jalan dan risiko pengereman secara menyeluruh.

Jalur Daendels Alas Roban memang menawarkan tantangan berbeda. Tanjakan, turunan, tikungan tajam dan sisi jalan yang berbatasan dengan jurang membuat pengemudi harus ekstra waspada.

Bagi kendaraan dengan muatan berat, pemeriksaan sistem pengereman sebelum perjalanan menjadi hal yang sangat penting, termasuk memastikan kondisi rem tetap prima ketika melewati jalur dengan kontur ekstrem.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Jalur Daendels Alas Roban Truk Masuk Jurang Rem Blong Truk Poncowati Gringsing alas roban batang