METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemandangan tak biasa terjadi di jalur Pantura Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Sabtu (10/10/2026) dini hari.
Jalan raya mendadak dipenuhi butiran jagung setelah sebuah truk gandeng bermuatan puluhan ton terguling.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Truk gandeng bernomor polisi N-8357-UY yang dikemudikan Yulianto (50), warga Lumajang, Jawa Timur, membawa sekitar 45 ton jagung kering dari pabrik pakan ternak PT De Heus Surodadi Gringsing menuju Purwodadi.
Yulianto mengaku truk baru keluar dari pabrik sekitar tengah malam dan awalnya tidak mengalami kendala. Masalah muncul ketika kendaraan memasuki jalur beton lingkar Alas Roban yang memiliki kontur menurun.
Saat melaju di tengah jalur, fungsi rem truk tiba-tiba terganggu. Kendaraan pun terus meluncur meski Yulianto berusaha keras mengendalikan kemudi.
“Rem mulai tidak berfungsi di sekitar jalur pengaman. Saya bunyikan klakson terus-menerus untuk memberi tanda jika truk saya bermasalah kepada kendaraan lain,” ujar Yulianto.
Baca Juga: Dukung Pekerja KEK Batang, BPJS Ketenagakerjaan Bahas PEKA hingga KPR
Baca Juga: Kerja di Taiwan, Suami Kirim Rp15 Juta, Istri Diduga Selingkuh
Situasi semakin sulit karena laju truk bertambah cepat akibat kondisi jalan yang menurun. Yulianto berusaha mempertahankan kendali sambil menghindari kendaraan lain yang berada di depannya.
Hampir satu kilometer ia berjuang mengendalikan truk yang mulai oleng. Sejumlah pengendara lain yang mengetahui kondisi tersebut memilih menyingkir agar tidak terkena truk.
Petaka terjadi ketika truk tiba di persimpangan jalur beton dengan jalan Pantura di Desa Kutosari. Di lokasi tersebut terdapat tikungan tajam ke kanan dan sebuah truk tronton melaju perlahan di depan.
Untuk menghindari tabrakan, Yulianto membanting kemudi. Truk gandeng pun kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.
Muatan jagung kering sebanyak puluhan ton tumpah dan berhamburan ke badan jalan. Butiran jagung bahkan menyebar hingga masuk ke area Masjid Al Huda yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Minimarket di Pamekasan Dirobohkan Massa, Ini Kata Polisi
Baca Juga: Festival Inovasi Pekalongan, Bukan Sekadar Gugurkan Kewajiban
Badan truk yang terguling melintang di tengah jalan membuat arus kendaraan dari arah barat tersendat hingga terjadi kemacetan.
Meski kecelakaan cukup keras, Yulianto berhasil selamat. Ia hanya mengalami luka lecet dan tidak sampai mengalami cedera serius.
Suara benturan keras juga mengejutkan warga sekitar. Wahyono, warga Kutosari, saat itu sedang berada di pos ronda yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.
“Suaranya sangat keras. Saya yang berada di jarak 100 meter mendengar jelas,” kata Wahyono.
Mendengar suara tersebut, Wahyono langsung berlari menuju lokasi. Ia bersama warga membantu mengeluarkan Yulianto dari dalam kabin truk dan menghubungi petugas Satlantas Pos Luwes.
Setelah mendapat laporan kecelakaan, pihak PT De Heus langsung bergerak ke lokasi. Manager PT De Heus Saiful Mustofa mengerahkan alat berat berupa loader untuk membantu membersihkan tumpahan jagung yang menutup badan jalan.
“Derek juga segera kami datangkan untuk mengevakuasi truk,” ujar Saiful.
Proses pembersihan dilakukan agar jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Evakuasi truk juga dilakukan setelah badan kendaraan yang terguling menghambat arus lalu lintas Pantura.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pengemudi kendaraan berat untuk memastikan kondisi kendaraan benar-benar prima sebelum menempuh perjalanan, terutama saat melintasi kawasan Alas Roban.
Sejumlah ruas di kawasan tersebut memiliki kontur dan karakter jalan yang menantang, baik jalur Daendels, jalan lingkar maupun jalur alternatif.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com