Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 21,66 Persen

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:30 WIB
ANGKUT KARGO : Penampakan Kereta barang PT KAI DAOP 4 Semarang saat menata kargo di gerbong kereta angkut.(IST)
ANGKUT KARGO : Penampakan Kereta barang PT KAI DAOP 4 Semarang saat menata kargo di gerbong kereta angkut.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Distribusi logistik antardaerah semakin ditopang layanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat volume angkutan barang mencapai 269.723 ton selama Januari hingga September 2026.

Angka tersebut meningkat 21,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 221.714 ton.

Pertumbuhan tersebut setara dengan tambahan 48.009 ton barang yang diangkut. Untuk mendukung kebutuhan distribusi logistik, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan rata-rata 28 perjalanan kereta api (KA) barang setiap hari, melayani pengiriman berbagai komoditas penting bagi industri, perdagangan, hingga kebutuhan masyarakat.

Layanan angkutan barang itu mencakup komoditas retail, petikemas, semen, dan bahan bakar minyak (BBM). Jaringan perjalanan kereta api menghubungkan sejumlah pusat distribusi di Pulau Jawa, sehingga mendukung pergerakan barang melalui moda transportasi yang memiliki jadwal perjalanan terencana.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan peningkatan volume angkutan barang menjadi sinyal positif bagi perkembangan layanan logistik perusahaan.

Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas operasional dan memperkuat kemitraan dengan pelanggan maupun pelaku usaha.

Baca Juga: Dukung Pekerja KEK Batang, BPJS Ketenagakerjaan Bahas PEKA hingga KPR

Baca Juga: Kerja di Taiwan, Suami Kirim Rp15 Juta, Istri Diduga Selingkuh

“Pertumbuhan volume angkutan barang hingga September 2026 menunjukkan perkembangan positif pada layanan logistik KAI Daop 4 Semarang. Kami terus berupaya mengoptimalkan operasional dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra agar layanan angkutan barang dapat mendukung kebutuhan distribusi secara andal dan terencana,” ujar Luqman Arif.

Operasional angkutan barang di wilayah Daop 4 Semarang didukung sejumlah layanan kereta api dengan relasi antardaerah.

Jenis komoditas yang diangkut meliputi semen, BBM, petikemas, serta barang retail yang membutuhkan jaringan distribusi terintegrasi.

 

Untuk komoditas semen, layanan yang beroperasi antara lain KA Bungtalun Service relasi Karangtalun–Brumbung dan arah sebaliknya, KA Bramnambo Service relasi Brambanan–Nambo dan arah sebaliknya, serta KA Arja Poncol yang menghubungkan Semarang Poncol–Arjawinangun dan arah sebaliknya.

Sementara itu, angkutan BBM dilayani KA Gamao Tanker dengan relasi Maos–Larangan dan arah sebaliknya. Layanan ini menjadi bagian dari dukungan transportasi terhadap distribusi energi antardaerah.

Baca Juga: Minimarket di Pamekasan Dirobohkan Massa, Ini Kata Polisi

Baca Juga: Festival Inovasi Pekalongan, Bukan Sekadar Gugurkan Kewajiban

Untuk pengiriman petikemas, KAI mengoperasikan KA Priukmas Cargo dengan relasi Pasoso–Kalimas dan arah sebaliknya, KA Brumbung Cargo relasi Pasoso–Brumbung, serta KA Kalmas Cargo yang menghubungkan Kalimas–Klari dan arah sebaliknya.

Jaringan petikemas juga didukung KA Benteng Cargo pada relasi Surabaya Benteng–Solo Jebres dan arah sebaliknya, serta KA Aksa Cargo yang melayani rute Solo Jebres–Kalimas dan arah sebaliknya.

Adapun pengiriman barang retail dilayani KA Parcel Utara dengan relasi Surabaya Pasar Turi–Jakarta Gudang dan arah sebaliknya. Layanan KA Blambangan Ekspress juga mendukung distribusi retail melalui rute Ketapang–Pasar Senen dan arah sebaliknya.

Selain layanan tersebut, pengangkutan komoditas retail turut didukung kereta api penumpang reguler tertentu, termasuk KA Pandalungan, sesuai layanan dan pola pengangkutan yang berlaku.

Konektivitas antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran distribusi barang. Dengan jadwal perjalanan yang terencana, angkutan kereta api dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha untuk mengatur pengiriman sesuai kebutuhan rantai pasok.

KAI Daop 4 Semarang terus mendorong optimalisasi layanan melalui evaluasi operasional, peningkatan koordinasi dengan mitra, serta penjajakan peluang kerja sama baru. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi komoditas sekaligus memperkuat dukungan transportasi bagi sektor industri dan perdagangan.

Pertumbuhan volume angkutan barang hingga September 2026 menjadi modal bagi KAI untuk mengembangkan layanan logistik yang lebih andal dan responsif.

Dengan jaringan perjalanan yang menghubungkan berbagai pusat distribusi, kereta api diharapkan semakin berperan dalam mendukung mobilitas barang dan aktivitas ekonomi di Pulau Jawa.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
volume angkutan barang 2026 distribusi barang Jawa logistik kereta api angkutan barang KAI KAI Daop 4 Semarang