Dump Truk Overload Terguling di KITB Batang

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:35 WIB
TERGULING : Truk Colt Diesel H-1572-MY yang membawa muatan 10 ton limbah kayu terguling di pintu exit KITB Plelen karena muatan over dan jalan miring, Sabtu (10/10/2026) malam.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
TERGULING : Truk Colt Diesel H-1572-MY yang membawa muatan 10 ton limbah kayu terguling di pintu exit KITB Plelen karena muatan over dan jalan miring, Sabtu (10/10/2026) malam.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Truk pengangkut limbah gergajian kayu kembali mengingatkan bahaya kendaraan bermuatan berlebih di jalan raya.

Dump truk H-1572-MY terguling di pintu keluar masuk kawasan Industropolis Batang atau KITB, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Sabtu (10/10/2026).

Dump truk diesel berukuran kecil yang dikemudikan Anies Salafudin, 33, warga Boja, Kabupaten Kendal, itu terguling ketika hendak melewati jalan yang kondisinya miring. Kendaraan tersebut sedianya membawa sekitar 10 ton limbah gergajian kayu menuju Limpung, Batang.

Beban tersebut dinilai tidak sebanding dengan kapasitas kendaraan. Tak hanya bobotnya yang berat, tumpukan limbah kayu juga terlihat menjulang tinggi sehingga membuat titik keseimbangan kendaraan berubah dan meningkatkan risiko truk kehilangan kendali.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan truk overload atau kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas. Praktik tersebut masih ditemukan di lapangan karena sebagian pengemudi maupun pemilik kendaraan mengejar efisiensi perjalanan.

Baca Juga: Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 21,66 Persen

Baca Juga: Rem Blong Jadi Momok, Alas Roban Batang Kembali Makan Korban

Seorang pengemudi truk yang enggan disebutkan identitasnya mengakui bahwa membawa muatan berlebih sering dianggap sebagai cara untuk mengurangi jumlah perjalanan. “Yang tadinya dua rit menjadi satu rit,” tuturnya.

Namun, penghematan satu perjalanan tersebut menyimpan risiko besar. Kendaraan dengan muatan berlebihan tidak hanya berpotensi lebih sulit dikendalikan, tetapi juga membutuhkan jarak pengereman lebih panjang dan rawan terguling ketika melewati jalan miring maupun menikung.

Kekhawatiran serupa disampaikan Bripka Wahyu Trisnanto dari Satlantas Polresta Batang yang bertugas di Pos Luwes Alas Roban.

Ia mengaku kerap melihat kendaraan angkutan yang membawa muatan melampaui batas, baik dari sisi bobot maupun dimensi.

Menurut Wahyu, kondisi tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan lalu lintas.

Truk yang kelebihan muatan juga dapat membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lain apabila kendaraan kehilangan keseimbangan atau mengalami gangguan pengereman.

Baca Juga: 45 Ton Jagung Tumpah, Pantura Gringsing Mendadak Kuning

Baca Juga: 6 Desa Gelar Pilkades, 349 Polisi Disiapkan Amankan

“Sebelum memberi tindakan, kami mengambil langkah persuasif dan humanis terlebih dahulu. Pengemudi nakal ini kami ingatkan tentang perlunya mematuhi peraturan lalu lintas,” ujar Wahyu.

Masalahnya, imbauan tersebut kerap hanya dipatuhi sementara. Setelah situasi dianggap aman, sebagian pengemudi kembali menjalankan kendaraan dengan pola yang sama.

Bahkan, muncul praktik kucing-kucingan dengan petugas. Sejumlah kendaraan bermuatan berlebih memilih mencari jalur yang dianggap lebih sepi untuk menghindari pemeriksaan. Salah satunya melalui jalur Poncowati yang relatif lengang.

Ada pula kendaraan yang memilih beroperasi pada malam hari. Pola tersebut membuat pengawasan menjadi lebih sulit sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan karena kondisi jalan dan jarak pandang pada malam hari tidak selalu ideal.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Industropolis Batang truk overload Batang dump truk terguling Batang kecelakaan truk KITB truk muatan berlebih Batang