METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kecelakaan dump truk bermuatan berlebih di jalur Pantura kembali menyisakan persoalan serius soal keselamatan berkendara.
Truk tersebut sebelumnya melaju dari kawasan KITB dan hendak memasuki jalur Pantura menuju arah barat. Namun, ketika melewati kontur jalan yang miring, kendaraan diduga kehilangan keseimbangan akibat muatan limbah kayu yang melebihi kapasitas hingga akhirnya terguling.
Badan truk beserta muatannya melintang di tengah jalan dan menutup lajur dari arah barat. Insiden yang terjadi pada jam lalu lintas cukup padat itu membuat arus kendaraan tersendat dan memerlukan penanganan untuk mengevakuasi kendaraan serta tumpukan limbah kayu.
Baca Juga: Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 21,66 Persen
Baca Juga: Rem Blong Jadi Momok, Alas Roban Batang Kembali Makan Korban
Di hadapan petugas, Anies mengaku sudah berulang kali mengangkut limbah gergajian kayu menuju Limpung, Batang, untuk menguruk sebuah lahan. Ia menyebut perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan dengan muatan berlebih.
“Saya sudah biasa membawa muatan melebihi kapasitas. Tidak disangka malam ini menjadi petaka,” ujar Anies.
Kebiasaan membawa muatan melampaui kapasitas itu akhirnya berujung kecelakaan. Persoalan semakin mencuat ketika petugas Satlantas Polresta Batang meminta Anies menunjukkan surat izin mengemudi.
Ia ternyata hanya memiliki SIM C, yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor, bukan untuk mengemudikan dump truk.
Fakta tersebut menambah sorotan terhadap aspek keselamatan dalam operasional kendaraan angkutan barang. Pengemudi kendaraan berat harus memiliki kompetensi dan jenis SIM yang sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan, selain memastikan muatan tidak melampaui batas yang diizinkan.
Baca Juga: 45 Ton Jagung Tumpah, Pantura Gringsing Mendadak Kuning
Baca Juga: 45 Ton Jagung Tumpah, Pantura Gringsing Mendadak Kuning
Proses evakuasi dump truk dan muatannya pun tidak berjalan mudah. Upaya menggeser kendaraan menggunakan tarikan dump truk berukuran lebih besar belum berhasil karena beban limbah kayu masih terlalu berat.
Petugas kemudian berupaya mengurangi beban dengan mengeluarkan muatan secara manual menggunakan cangkul.
Namun, limbah kayu yang basah dan lengket membuat pekerjaan semakin sulit. Mata cangkul yang digunakan bahkan hanya terpental ketika mengenai tumpukan material tersebut.
Evakuasi baru dapat ditangani setelah alat berat jenis loader didatangkan untuk membantu memindahkan limbah kayu. Penggunaan alat berat menjadi solusi setelah upaya manual dan penarikan kendaraan tidak efektif.
Kecelakaan dump truk di pintu masuk kawasan KITB itu juga menjadi insiden kedua yang melibatkan kendaraan angkutan barang di Kecamatan Gringsing pada hari yang sama. Pada Sabtu pagi, sebuah truk gandeng bermuatan jagung dilaporkan terguling di ruas jalan Desa Kutosari.
Dua kejadian dalam sehari tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan kendaraan angkutan tidak bisa hanya bergantung pada pengalaman pengemudi.
Kesesuaian SIM, kapasitas muatan, kondisi kendaraan, serta kemampuan mengendalikan kendaraan di jalan merupakan faktor penting untuk mencegah kecelakaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com