METROPEKALONGAN.COM, Batang - DPRD Kabupaten Batang menetapkan empat pimpinan komisi dan keanggotaannya di Periode 2024-2029.
Namun demikian, kursi pimpinan Wakil Ketua Dewan masih ada kekosongan satu pimpinan. Yaitu dari PDI Perjuangan.
Ketua DPRD Kabupaten Batang, Su'udi menjelaskan bahwa kekosongan itu tidak mempengaruhi jalannya pembahasan-pembahasan di DPRD Kabupaten Batang.
"Yang kosong itu milik PDI Perjuangan, karena pemenang pertama itu PKB, ke dua PDI Perjuangan, ke tiga Golkar, kemudian Gerindra. Kemarin kita memang meninggal PDI Perjuangan karena harus melaksanakan agenda APBD perubahan," ujarnya saat diwawancarai, Kamis 3 Oktober 2024.
Pembahasan Perubahan APBD 2024 ini diharuskan selesai pada 30 September 2024. Sedangkan Rekom dari PDI Perjuangan belum turun.
"Akhirnya PDI Perjuangan kita tinggal, yang sudah keluar Rekom kita tindaklanjuti dan kita melakukan pelantikan," imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa penetapan tersebut sudah sesuai aturan.
Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan biro hukum Provinsi Jawa Tengah. Akhirnya pelantikan dilakukan dan dilanjutkan dengan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya.
"PDI Perjuangan sudah keluar Rekom, baru minggu-minggu ini. Kita tindaklanjuti Paripurna penetapan, dan kita usulkan untuk dibikinkan SK, dilanjutkan pengucapan sumpah janji pelantikan pada bulan ini," terangnya.
Nama yang akan dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang dari PDI Perjuangan masih sama. Yaitu Junaenah.
Sementara itu, untuk AKD lain, empat komisi juga sudah ditetapkan. Unsur pimpinannya berasal dari PKB 2 ketua, PDI 1, dan Gerindra 1.
Komisi A dipimpin Kukuh Fajar Rhomadhon dari PKB, Komisi B Tofani Dwi Arieyanto dari PDI Perjuangan, Komisi C Nur Cahyaningsih dari Gerindra, dan Komisi D Fathurohman dari PKB.
"Pembahasan sudah berlangsung normal, karena anggota banggar juga banyak orang-orang lama. Untuk anggota Dewan yang baru semoga bisa cepat beradaptasi," tandasnya. (yan/ida)