METROPEKALONGAN.COM, Batang–Akibat hujan deras, lima tiang listrik roboh di area persawahan. Tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Bahkan satu tiang roboh di area PTPN IX Siluwok Gringsing. Akibat robohnya tiang Listrik tersebut, menyebabkan pemadaman total.
Karena itulah, petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang melakukan perbaikan tiang listrik yang roboh di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu petang 24 Januari 2024.
“Dari informasi yang kami dapatkan, robohnya tiang-tiang listrik itu terjadi sekitar pukul 17.20 WIB saat hujan deras,” jelas Nandhif, petugas PLN dari UP3 Semarang pada Jumat 26 Januari 2024.
Nandhif menjelaskan, tiang listrik pertama yang roboh berada di tepi sungai. Curah hujan yang tinggi menyebabkan saluran tidak mampu menampung air. Luapan air menggerus tanah sekitar tiang listrik dan lama kelamaan tidak kuat.
Robohnya tiang pertama menyeret tujuh tiang lainnya karena kabel masih terhubung.
"Tanah yang labil menjadikan kekuatan pancang tiang listrik tidak maksimal. Apalagi disertai luapan air selokan yang menggerus tanah di sekitar tiang terkikis," seru Nandhif.
Upaya perbaikan segera dilakukan oleh UP3 Semarang dengan mengerahkan tiga crane. Ini karena tiang yang roboh cukup banyak.
Faktor cuaca menghambat pekerjaan dan sampai Kamis siang belum selesai. Beruntung robohnya tiang-tiang ini terjadi di area persawahan sehingga tidak ada kerugian materiil bagi masyarakat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, terjadi tiang listrik roboh di belakang pos pengamanan PTPN IX Siluwok akibat tertimpa pohon randu yang tumbang.
Pohon randu berukuran besar ini tumbang setelah tertiup angin kencang disertai hujan lebat. Satu tiang listrik roboh melintang di jalan desa dan satu tiang lagi posisinya miring.
Harry Susanto, saksi mata menuturkan, dirinya mendengar suara ledakan keras dan percikan api saat tiang roboh.
"Suasana sangat menakutkan karena turun hujan dan masih ada aliran listrik. Saya dan Satpam PTPN IX segera menutup jalan dan mengalihkan ke jalan KITB," ujar Harry.
Robohnya satu tiang ini juga menarik kabel lain yang berada di sebelahnya. Akibatnya tiang di sebelah barat Pasar Plelen miring nyaris menimpa rumah warga.
Kondisi tiang yang miring ini sangat mengkhawatirkan karena bagian bawahnya sudah patah. Satu crane digunakan untuk menahan supaya tidak roboh. Sambil menunggu pergantian tiang.
Perbaikan memakan waktu cukup lama karena banyak kabel yang berada di tiang dan ada penggantian trafo. Pihak PLN sudah berupaya sejak Kamis 25 Januari 2024 perbaikan selesai, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla