METROPEKALONGAN.COM, Batang - Para peternak sapi perah di Kabupaten Batang mulai bisa menembus pasar industri pada awal tahun ini.
Sebelumnya, mereka harus belajar dahulu terkait beternak sapi perah selama 2 tahun lamanya.
Para peternak itu melakukan peralihan, dari sapi pedaging menjadi sapi perah.
"Bahwa sampai hari ini pendampingan kepada kelompok peternak sapi perah terus dilakukan yang difokuskan pada dua daerah yakni Desa Semampir dan Desa Pacet Kecamatan Reban," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dislutkanak Kabupaten Batang, Syam Manohara, Kamis 1 Februari 2024.
Dislutkanak Kabupaten Batang bersama PT. Nestle Indonesia membentuk kelompok peternak sapi perah sejak 2 tahun lalu.
Berbagai jenis bantuan pendampingan diberikan kepada peternak juga bantuan fisik. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kandang yang representatif.
"Selain itu, juga memberikan bantuan headlock alat pengunci sapi waktu ingin diperas, blower untuk sirkulasi udara dikandang, tempat pendingin susu, hingga pakannya mendapatkan subsidi dari PT. Nestle Indonesia," terangnya.
Saat ini populasi sapi perah di Kabupaten Batang mencapai 72 ekor.
Ada 16 ekor yang masuk fase laktasi atau bisa memproduksi susu. Satu ekor sapi bisa menghasilkan 15 hingga 20 liter susu sapi.
Mereka bisa mengirimkan 250 liter susu sapi ke pabirk Nestle yang ada di Kabupaten Batang dalam dua hari.
Meskipun kebutuhan susu di Nestle belum mencapai target 500 liter per dua hari.
Tapi produktifitas susu sapi segar sudah standar perusahaan yang ditentukan. Harga susu sapi segar yang disetorkan ke Nestle senilai Rp 8 ribuper liter. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla