METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Dukuh Bunderan, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kaget saat masuk dapur di rumahnya. Tiba-tiba ada hewan melata, menjuntai dari plafon rumahnya. Sontak, dirinya keluar rumah dan berteriak minta tolong ke warga.
"Saya mendengar suara aneh ketika masuk dapur. Saat melihat ke atas, ternyata ada ular menjuntai," kata Toro saat Tim Damkar Limpung Jumat malam 9 Februari 2024 sekitar pukul 20.00 WIB.
Teriakan Toro menjadikan warga warga RT 02/RW 10, bergegas berhamburan keluar rumah. Warga langsung menuju sumber suara dan berdatangan ke rumah Toro. Namun hanya berani melihat dari luar, tidak berani mendekat. Karena ular jenis piton tersebut, terlihat sangat agresif.
Baca Juga: Rayakan HUT PDI Perjuangan, Singo Barong Memerahkan Desa Krengseng, Gringsing, Batang
“Saya bersyukur anak saya yang masih berusia 3 tahun selamat. Karena sebelum saya masuk dapur, anaknya sudah dari dapur duluan,” ucapnya.
Dapat informasi, rumah warganya kemasukan ular, Kepala Desa (Kades) Plelen Siti Amri berinisiatif memanggil petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Limpung, Kabupaten Batang, untuk menangkap ular tersebut.
Namun sebelumnya di sekitar lokasi penemuan ular, petugas melakukan sterilisasi lingkungan dan warga diminta menjauh.
Pada awalnya, petugas Damkar yang datang kesulitan menangkap ular tersebut, karena melawan, agresif, dan nyaris kabur.
Selain itu, ukurannya juga cukup besar, sebesar lengan orang dewasa dengan panjang 3 meteran. Tenaga ular tersebut juga cukup luar biasa besar.
Baca Juga: Lima Tempat Wisata di Pekalongan yang Recomended, Apa Saja?
Salah satu warga yang geram, memukul dengan bambu saat ular sebesar paha orang dewan itu meronta.
Beruntung, pukulan itu tidak sampai membunuh ular. Setelah berjuang hampir satu jam, akhirnya petugas Damkar berhasil menaklukkan ular tersebut.
“Setelah kami amankan, nantinya ular piton tersebut akan dilepasliarkan di tempat yang aman dan jauh dari permukiman warga,” ucap salah satu petugas Damkar.
Dengan adanya kejadian tersebut, Kades Plelen Siti Amri mengimbau warganya untuk waspada dan menutup pintu rumah saat malam hari.
Dia menduga masih ada seekor ular lagi yang masih berkeliaran. Hal ini, berdasarkan informasi dari beberapa warga setempat.
Adanya ular masuk perkampungan cukup dimaklumi warga. Karena Dukuh Bunderan berbatasan langsung dengan hutan jati Alas Roban. Bahkan cukup rawan dengan banyaknya hewan liar yang berkeliaran.
"Apalagi di musim penghujan seperti ini, harus lebih waspada. Yang lebih membahayakan adalah ular-ular kecil berbisa yang bisa sewaktu-waktu masuk rumah warga," tutup Siti Amri. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla