Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tradisi Klowonan, Mandi di Masjid Agung Batang Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit

Riyan Fadli • Kamis, 14 Maret 2024 | 03:46 WIB
Suasana Masjid Agung Batang saat bulan Ramadhan (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
Suasana Masjid Agung Batang saat bulan Ramadhan (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Masjid Agung Darul Muttaqin Batang selama bulan Ramadhan ini punya agenda khusus. Mulai dari tadarus hingga pengajian, atau kajian.

Selama puasa Ramadhan berlangsung, ada hafalan Alquran yang dijanjikan 3 kali khatam. 

Kegiatan yang dialkukan diantaranya adalah mulai dari kultum menjelang salat subuh, hafalan Alquran sebelum buka puasa, bagi-bagi takjil bagi masyarakat sekitar yang sedang berada di masjid, hingga buka puasa bersama. 

Tarawih, buka bersama, kultum sebelum salat subuh, hafalan sebelum buka puasa, bagi-bagi takjil bagi masyarakat yang ada di Masjid Agung Batang. 

Baca Juga: Malam Ini, 50 Masjid Muhammadiyah di Semarang Gelar Tarawih Perdana

“Takjil itu disediakan oleh masyarakat sekitar secara bergantian,” ujar Ketua Takmir Masjid Agung Darul Muttaqin KH. Saefudin Zuhri melalui sekretarisnya, M. Huda Khoiril Adieb, Rabu 13 Maret 2024. 

Selain itu, salat Tarawih dilangsungkan seperti biasa, dilanjut tadarus Alquran malam hari. Setiap minggu pagi ada juga kajian tafsir hadis dan Alquran dari dosen di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. 

“Kita juga mematuhi Arahan dari Kemenag RI, untuk menggunakan pengerasan suara yang ada di dalam masjid saja.kecuali untuk azan,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajak Masyarakat Memakmurkan Masjid, Ini Caranya

Meski memasuki bulan puasa Ramadhan, tradisi Kliwonan juga dinanti masyarakat untuk berkunjung ke Alun-alun Batang dan Masjid Agung Batang. Pengurus masjid tetap membuka masjid untuk bisa dikunjungi masyarakat. 

Masyarakat biasanya suah memadati Masjid Agung Batang sejak Kamis sore, hingga hari Jumat saat Jumat Kliwon.

Masyarakat percaya, dengan mandi di Kolam Masjid Agung Batang bisa memiliki khasiat tertentu. Ratusan orang selalu datang saat momen Jumat Kliwon. 

Mereka bergantian, menuju tempat wuhu yang airnya dipercayai mempunyai khasiat tertentu. Dahulu air dari sumur masjid ini ditampung dalam kolam tempat wudu besar.

Baca Juga: Pelantikan DMI Kecamatan, Pj Bupati Batang Ingatkan Tak Kampanye di Masjid 

Namun saat ini desain tempat wudu telah diubah menjadi lebih modern, dengan menyia-nyiakan kolam kecil dan banyak keran yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Tradisi ini masih berjalan, karena orang itu sedang ikhtiar. Terutama anak-anak kecil yang sakit-sakitan atau tidak bisa jalan itu dimandikan dengan air kolam masjid,” ucapnya.

Mayoritas yang datang di Masjid Agung Batang selama tradisi itu adalah orang tua bersama anaknya.

Setelah mandi, kepercayaannya adalah mereka mematikan pakaian yang dikenakan di masjid. Oleh karena itu, pengurus masjid telah menyiapkan tempat khusus untuk meninggalkan pakaian. 

Seperti diketahui, Jumat Kliwon selama bulan Ramadhan ini akan jatuh pada tanggal 29 Maret 2024, atau 18 Ramadhan 1445 H.

"Alhamdulilah, pengunjung sudah paham untuk tetap menjaga aktifitas. Sama-sama menyadari, sehingga aman. Kita juga memantu dari CCTV jika terjadi sesuatu ," terangnya. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#ramadhan #kliwonan #masjid agung #batang