Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sempat Disorot DPRD Kabupaten Batang, Jembatan Pranten Bisa Dilewati Lagi

Riyan Fadli • Rabu, 20 Maret 2024 | 22:01 WIB

DIBANGUN KEMBALI: Kondisi jembatan Pranten, Kecamatan Bawang yang sedang dalam pembangunan. (istimewa)
DIBANGUN KEMBALI: Kondisi jembatan Pranten, Kecamatan Bawang yang sedang dalam pembangunan. (istimewa)

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Jembatan penghubung antarpedukuhan di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, sudah terputus sejak dua tahun lalu. Longsor besar menghanyutkan jembatan itu pada malam pergantian tahun 2021 ke 2022. Karena lamanya waktu berlalu, DPRD Kabupaten Batang sempat menyoroti perlunya pembangunan kembali jembatan.

Hal ini salah satunya disampaikan oleh Fraksi PKB. Mereka mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk segera melakukan perbaikan. Juga pencegahan dini jika terjadi longsor susulan. 

Baca Juga: Ditutup Total, Jalan Penghubung Desa Penundan-Ketanggan Batang Ambles 2 Meter

“Di Kecamatan Bawang tepatnya Jembatan Pranten yang terputus akibat longsor. Kami juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan. Serta pencegahan dini terhadap kemungkinan terjadinya lagi tanah longsor di daerah tersebut,” kata Ketua Fraksi PKB Suudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasrana Jalan dan Jembatan, DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono menjelaskan, pengerjaan jembatan itu dimulai awal tahun 2024. Dikerjakan seluruhnya oleh pihak desa. Pemkab Batang membantu dalam hal material dan dana pembangunan sebesar Rp 75 juta.

“Jembatan itu kita bersinergi dengan desa yang pengerjaannya adalah tingkat desa. Pemkab memberikan besi IWF dan dana sebesar Rp 75 juta untuk membuat abutmen,” ucapnya.

Baca Juga: Ini Solusi Pemkot Pekalongan Atasi Genangan di Jalan Kurinci, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat

Jembatan ini proses pengerjaannya sudah rampung. Endro menjelaskan, berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa Pranten, sudah bisa dilewati dalam waktu beberapa hari lagi. Panjang jembatan ini mencapai 8 meter dengan lebar 5 meter. 

“Alhamdulillah sudah jadi, mungkin beberapa hari lagi bisa dilewati,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sudah 2 tahun lamanya jembatan itu terputus. Jalan penghubung Dukuh Pranten dengan Rejosari ini tidak bisa dilewati lagi. Masyarakat harus memutar sekitar 20 kilometer untuk sampai tujuan. Apalagi harus lebih jauh lagi jika melalui Kabupaten Banjarnegara. (yan/wan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bawang #longsor #jembatan #Pranten