Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Memahami Makna Logo Kabupaten Batang, Ada 2 Versi, Mana yang Benar?

Riyan Fadli • Jumat, 19 April 2024 | 16:22 WIB

 

Logo Kabupaten Batang
Logo Kabupaten Batang

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Kabupaten Batang punya sejarah panjang peradaban yang menarik.

Apalagi berdirinya Kabupaten Batang sebenarnya lebih tua dibandingkan usia ulang tahun yang telah diperingati selama 58 tahun ini.

Sebelum berpisah dengan Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten (Pemakb) Batang sebelumnya pernah berdiri sendiri.

Namun pada 1 Januari 1936 Kabupaten Batang bergabung dengan Kabupaten Pekalongan sampai tanggal 8 April 1966.

Momen 8 April 1966 inilah yang saat ini diperingati sebagai hari pembentukan daerah tingkat II bernama Pemkab Batang. 

Berdasarkan hal ini, Batang telah memiliki dua kali periode pemerintahan. Periode pertama diyakini bermula pada zaman kebangkitan Kerajaan Mataram Islam II sampai masa penjajahan.

Diperkirakan bermula pada awal Abad 17 sampai dengan 31 Desember 1935. Sementara periode kedua dimulai awal kebangkitan Orde Baru 8 April 1966 sampai kini sudah berusia 58 tahun. 

Namun demikian, jauh sebelum itu ada peradaban tua yang tinggal di wilayah Batang.

Hal ini karena ditemukan candi di Kecamatan Gringsing yang berasal dari Abad ke-7 atau sekitar 630-an Masehi. Masuk periode sebelum Mataram, yaitu zaman Kalingga atau Kerajaan Holing.

Sebagai sebuah daerah, Kabupaten Batang juga mempunyai identitasnya tersendiri.

Identitas itu tergambar dalam sebuah logo kabupaten. Saat ini logo yang beredar di masyarakat ada dua versi.

Perbedaan yang sangat mencolok, namun yang kurang menjadi perhatian adalah pada pusaka yang tergambar di logo.

Ada versi yang menggunakan keris, ada versi lain yang menggunakan pusaka tombak dan keris. 

Jawa Pos Metro Pekalongan pun melakukan penelusuran ke berbagai pihak terkat untuk mencari titik terang permasalahan tersebut.

Mulai dari dinas terkait hingga ahli waris pembuat logo Kabupaten Batang. Logo Kabupaten Batang ini dibuat oleh seorang tokoh bernama Suhadi.
 
Berdasarkan salinan berkas Pembentukan Daerah (Pemda) Kabupaten Batang tertanggal 8 April 1966, akhirnya bisa menjadi penerang persoalan yang ada.

Berkas itu ditandatangani oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar. 

"Lambang yang digunakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batang adalah lukisan berbentuk dasar perisai yang berukuran 4 : 5, yang melambangkan tekad rakyat Batang untuk mempertahankan daerahnya, baik dalam arti sempit maupun daerah dalam pengertian sebagai Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," bunyi berkas tua yang masih menggunakan ejaan lawas tersebut. 

Sedangkan perihal pusaka, ternyata simbol yang benar adalah pusaka keris dan tombak. Kedua pusaka ini bisa dilihat dengan penglihatan jeli.

Karena dalam gambar logo, keris berada di balik tombak yang ada di tengah-tengah logo. Atau sebagai simbol gabungan dari keduanya. Jadi bukan cuma keris yang menjadi simbol tersebut.

"Keris, suatu pusaka yang melambangkan tokoh pimpinan. Tombak, pusaka yang biasa menjadi pegangan prajurit atau rakyat. Gabungan antara keris dan tombak, melambangkan kesatuan antara yang memimpin dan yang dipimpin," bunyi penjelasan dalam berkas tersebut.

Selain itu, seluruh simbol yang ada ternyata menggambarkan kehidupan masyarakat Kabupaten Batang. Seperti bintang melambangkan ketuhanan yang Eaha Esa.

Simbol padi dan kapas sebagai haraoan tentang kemakmuran. Kemudian ada simbol gunung, pabrik, batik dan laut, sebagai penanda bahwa Batang mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. 

Baca Juga: Doa Bersama dan Tarawih Ukhuwah Peringati HUT Kabupaten Batang ke-58

Ada daerah pegunungan yang penuh dengan kekayaan alam, dataran rendah yang kaya perusahaan-perusahaan dan laut yang sepanjang masa menghasilkan ikan.

Pabrik sendiri menjadi simbol adanya banyak perusahaan. Mulai makanan hingga hasil perkebunan seperti karet, coklat, teh, dan lain-lain.

Sedangkan batik sogan menunjukkan bahwa batik sebagai seni kerajinan rakyat yang mendarah daging turun temurun.

Sementara pita berwarna kuning emas yang terletak di bawah melambangkan benang emas yang mengikat semua ciri kepribadian serta budi dan daya rakyat. (yan/ida)

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#makna #keris #logo #tombak #Kabupaten Batang