METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang selalu berusaha menekan inflasi demi kepentingan masyarakat.
Langkah ini dilakukan dengan menggandeng pihak lain untuk ikut terlibat. Hasilnya harga pangan tetap stabil dan terkendali.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menjelaskan berbagai pihak yang bekerjasama di antaranya Badan Pangan Nasional, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Batang, dan Bank Indonesia.
Langkah yang dilakukan di antaranya adalah distribusi beras SPHP ke pasar-pasar tradisional, operasi pasar murah, dan gerakan pangan murah.
Bersama dengan Bulog, Pemkab Batang melakukan dropping beras SPHP ke pasar-pasar satu minggu dua kali.
Pasar-pasar itu di antaranya Pasar Batang, Pasar Limpung, Pasar Bawang. Dropping ke tiap pasar itu per minggunya minimal 15 ton.
Sedangkan menjelang Ramadan dan selama Ramadan, ada 10 kali operasi pasar murah yang dilakukan.
"Kita semua paham, bahwa pada periode ini kebutuhan pangan biasanya meningkat karena menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh Indonesia," terangnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Suwanto menambahkan, Kabupaten Batang sendiri tidak masuk ke dalam kategori kota inflasi.
Kota inflasi di Jawa Tengah itu ada sembilan, Cilacap, Purwokerto, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Rembang, Kudus, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Tegal.
"Kabupaten Batang bukan merupakan kota inflasi yang mendapatkan survei biaya hidup. Survei yang dilakukan di Kabupaten Batang adalah Indeks Perkembangan Harga (IPH). Survei dilakukan di pasar tradisional. Seperti Pasar Induk Batang, Pasar Limpung, dan Pasar Bandar," ucapnya.
Menurutnya, inflasi di Kabupaten Batang selama ini masih terkendali, walaupun saat bulan November 2023 terjadi deflasi. Ada penurunan harga yang drastis karena pasokan di pasar lebih banyak dan pembelinya sedikit.
Sekarang Kabupaten Batang sudah masuk ke status inflasi lagi. IPH yang terakhir pada Maret minggu ketiga masih di bawah standar nasional 3,5 persen, Jawa Tengah 3,40 persen, dan Kota Tegal 3,41 persen. IPH Kabupaten Batang sendiri di angka 1,92 persen.
"Komoditi lain terkait pasokan barang dan harga juga masih terkendali. Alhamdulillah di Kabupaten Batang walaupun ada gejolak inflasi tapi tidak terlalu tinggi dan masih terjangkau. Cukup efektif," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla