METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang di bawah kepemimpinan Pj Bupati Lani Dwi Rejeki berkomitmen menjaga stabilitas daerah. Kendati sepanjang tahun 2023 hingga 2024, cuaca di Kabupaten Batang tak menentu.
Banyak tantangan yang telah dilewati dalam menyambut Hari Jadi ke-58 Kabupaten Batang yang diperingati setiap tanggal 8 April, namun kemeriahannya akan dilaksanakan pascalebaran Selasa 16 April 2024.
Kemarau panjang sempat berdampak pada beberapa desa. Kekeringan hingga kebakaran lahan terjadi.
Kekeringan sempat melanda Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar; Desa Durenombo, Kecamatan Subah; dan Pretek, Kecamatan Pecalungan, di bulan Agustus, September, hingga Oktober 2023.
Pemkab Batang pun bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah tersebut.
Beberapa instansi juga diajak melakukan dropping air bersih. Seperti Korpri, TNI, Polri, PMI, PAM Sendang Kamulyan, dan sebagainya. Kekeringan itu berdampak pada ribuan warga.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki pada kunjungannya ke lokasi kekeringan tidak hanya memberikan dropping air bersih, melainkan juga mencarikan solusi. Pencarian sumber air dan pipanisasi dilakukan demi masyarakat.
"Kita identifikasi penyebab kekeringan. Kalau memang dari sumber air yang kering, kita cari sumber air baru," ucapnya.
Pada awal tahun ini, cuaca ekstrim saat peralihan musim hujan ke kemarau juga membuat Pemkab Batang bekerja keras.
Status siaga bencana diberlakukan hingga bulan Maret 2024. BPBD dan relawan yang dibentuk pun turut berjaga di daerahnya masing-masing. Tiap desa ada relawan Sipitung, yakni Siaga Pitulungan yang ikut mengamankan wilayah.
Musim pancaroba ini ternyata berdampak besar pada beberapa daerah di Jawa Tengah yang ikut berimbas di Kabupaten Batang. Seperti banjir di daerah Demak, Grobogan, dan lainnya. Banjir tersebut berimbas pada ketersediaan dan naiknya harga beras di Kabupaten Batang.
Tiap pekan, Disperindagkop dan UKM bersama Bulog mendistribusikan beras SPHP ke daerah untuk menjaga stok dan menekan harga beras.
Hasilnya, kenaikan harga beras di Kabupaten Batang tidak lebih besar dari daerah lainnya. Kenaikan harga beras tertinggi mencapai Rp 15 ribu untuk medium. Sehingga inflasi tetap terjaga.
Kabupaten Batang sendiri bukan termasuk kota inflasi, sehingga parameter yang digunakan adalah Indeks Perkembangan Harga (IPH). Angka IPH Kabupaten Batang sendiri cukup stabil, pada bulan Maret ada di angka 1,92 persen.
"Kita pastikan inflasi di Kabupaten Batang masih termasuk aman," imbuhnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla