BATANG, Metro Pekalongan - Sepanjang tahun 2023, Kabupaten Batang menorehkan sederet prestasi, salah satunya di bidang investasi.
Realisasi investasi di Kabupaten Batang meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2023, investasi yang diperoleh mencapai Rp 6,1 triliun, sedangkan tahun sebelumnya Rp 5,8 triliun.
"Nilai investasi itu melebihi target Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026, yaitu sebesar Rp 1,5 triliun,” kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang, Sri Cahya Ningrum.
Ia menjelaskan, peningkatan nilai realisasi investasi itu menempatkan Kabupaten Batang di peringkat kelima di Jawa Tengah.
Hal ini berdasarkan jumlah investasi yang diperoleh tiap daerah. Investasi baru di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memberikan kontribusi cukup besar terhadap pencapaian tersebut.
“Tren positif pertumbuhan investasi ini juga mencakup penyerapan tenaga kerja, dengan total 6.791 orang. Termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang telah terserap pada tahun 2023,” imbuhnya.
Pemkab Batang pun tetap optimistis terhadap raihan investasi pada tahun ini. Target yang ditetapkan mencapai Rp 2 triliun. Hal ini selaras dengan moto Kabupaten Batang yang menjadi daerah ramah investasi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menata transformasi wilayah menjadi kota industri.
Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang menjadi acuan untuk direvisi. Revisi ini menjadi acuan pembangunan sampai dengan periode 20 tahun ke depan.
Pj Sekda Pemkab Batang Ari Yudianto mengatakan, adanya kegiatan revisi RTRW ini memberikan dampak terhadap investasi terutama di sektor industri di wilayah Kabupaten Batang.
“Apalagi Kabupaten Batang ditunjuk langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai wilayah KITB.
Hal ini membutuhkan evaluasi yang komprehensif dan holistik. Serta harmonisasi seluruh sektor dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat menghasilkan rencana tata ruang yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian wilayah,” terangnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla