Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sampoerna Kayoe Investasi 25 Juta Dolar di KITB, Jadi yang Pertama di Tahun 2024

Riyan Fadli • Minggu, 21 April 2024 | 23:40 WIB
SEPAKAT: Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Lahan Tanah Industri (PPTI) dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang pada Jumat 19 April 2024 lalu. (istimewa)
SEPAKAT: Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Lahan Tanah Industri (PPTI) dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang pada Jumat 19 April 2024 lalu. (istimewa)

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Awal tahun 2024, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendapatkan investor pertamanya. Sampoerna Kayoe akan menanamkan modal sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar 400 miliar rupiah.

Perusahaan ini merupakan perusahaan ternama asal Singapura yang bergerak pada industri produksi Wood Pellet. 

Mereka telah menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Lahan Tanah Industri (PPTI) dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang pada Jumat 19 April 2024 lalu. Sampoerna Kayoe akan menempati lahan seluas 5,2 hektare. 

Langkah Sampoerna Kayoe ini menandakan komitmen kuat mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan industri di Indonesia.

Investasi ini tidak hanya membuka peluang baru bagi kemajuan ekonomi di Batang, Jawa Tengah, tetapi juga menjadi bukti daya tarik dan potensi besar yang dimiliki oleh Kawasan Industri Terpadu Batang.

"Kami sangat senang dengan keputusan Sampoerna Kayoe untuk berinvestasi di PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi industri di daerah kami dan akan memberikan dorongan signifikan bagi pembangunan ekonomi regional," ujar Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang.

Wood pellet produksi Sampoerna Kayoe nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar biomass power plant atau green power plant.

Hal ini merupakan salah satu langkah Sampoerna Kayoe dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada energi terbarukan.

Sampoerna Kayoe memiliki ambisi yang besar, yaitu menembus pasar global dengan target 100 persen ekspor.

Saat ini, produk-produk mereka telah menjangkau berbagai negara, di mana produknya digunakan oleh Biomass Power Plant di Jepang.

Pendirian pabrik Sampoerna Kayoe di Batang sendiri akan menyerap tenaga kerja sebanyak 173 orang. 68 persen di antaranya akan mengutamakan tenaga kerja lokal.

"Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi masyarakat Batang, yang akan mendapatkan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Sampoerna Kayoe, Johanes Ibrahim Tjendana berharap, kehadiran perusahaannya dapat membawa dampak positif bagi berbagai pihak. Mulai dari menciptakan lapangan pekerjaan baru, orientasi ekspor, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal

"Komitmen kami untuk berinvestasi di Indonesia terus berlanjut, dan kami yakin bahwa kolaborasi dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak. Kami berharap investasi ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat industri biomassa di Indonesia dan kontribusi kami dalam mendukung ketahanan energi berkelanjutan," ucapnya.

Menurutnya, sampoerna Kayoe memiliki komitmen tinggi untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan limbah kayu menjadi batang jadi untuk bahan bakar biomass.

Visi Sampoerna Kayoe untuk berkontribusi pada industri ramah lingkungan selaras dengan langkah KITB dalam menciptakan kawasan industri yang sustainable. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#investasi #KITB #batang