Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Desa Gringgingsari jadi Destinasi Desa Wisata Religi di Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Minggu, 21 April 2024 | 23:55 WIB
HAUL: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat menghadiri haul di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal. (Istimewa)
HAUL: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat menghadiri haul di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal. (Istimewa)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, punya destinasi wisata religi yang selalu dikunjungi ribuan masyarakat. Setiap tahun, desa ini menggelar haul Syekh Abdurrahman Sunan Kajoran. 

Peziarah dan pengunjung haul setiap tahun terus mengalami peningkata. Destinasi wisata religi ini juga mendapat perhatian Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.

Menurutnya, kegiatan haul penting sebagai upaya masyarakat dalam mempertahankan kerarifan lokal dan budaya. Sehingga bisa mempererat tali silaturahmi dan menghormati warisan spiritual.

“Haul ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud penghormatan kita sebagai generasi penerus kepada Syekh Abdurrahman, yang telah memberikan kontribusi besar dalam penyebaran Islam.

Pengaruhnya tidak terbatas pada agama saja, tetapi juga merambah ke sosial dan berbagai aspek kehidupan,” ucapnya, usai menghadiri haul di Desa Gringgingsari, Sabtu 20 April 2024.

Sebagai desa yang memiliki destinasi wisata religi, Gringgingsari mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Pemkab Batang pun berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata di Batang, termasuk di Wonotunggal.  

“Kita memiliki wisata religi, budaya, dan belanja yang kini sedang kita kembangkan lebih lanjut,” tuturnya. 

Karenanya, Lani menjelaskan bahwa infrastruktur menjadi salah satu fokus utama. Yaitu dengan peningkatan akses ke lokasi wisata dan makam menjadi prioritas. Sehingga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata. 

“Perbaikan jalan adalah kunci. Jalan yang baik adalah akses vital menuju destinasi yang ingin kita kunjungi. Oleh karena itu, kami memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan di Batang,” jelasnya.  

Sementara itu, Kepala Desa Gringgingsari Khoirudin menyebut kegiatan dalam tradisi Khaul Syekh Abdurrahman Sunan Kajoran meliputi pembacaan manakib, doa bersama di komplek makam, dan pengajian akbar.  

Baca Juga: Resmi! Kabupaten Pekalongan Akhirnya Punya Perda Desa Wisata, Begini Perjalanan Lahirnya Payung Hukum Tersebut

“Perayaan Khaul berlangsung selama tiga hari dan didatangi sekitar 10 ribu pengunjung. Mungkin khaul mulai tercatat, sekitar 40-an tahun lalu,” ucapnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#religi #haul #Kabupaten Batang