Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Menengok Nasib Benda Purbakala di Kantor Disdikbud Batang, Tiap Hujan Kebanjiran

Riyan Fadli • Sabtu, 18 Mei 2024 | 18:11 WIB
TEMPAT TERBUKA: Juru pelihara benda cagar budaya sedang membersihkan benda-benda purbakala di halaman kantor Disdikbud Kabupaten Batang. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
TEMPAT TERBUKA: Juru pelihara benda cagar budaya sedang membersihkan benda-benda purbakala di halaman kantor Disdikbud Kabupaten Batang. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Benda-benda purbakala yang ditemukan di Kabupaten Batang saat ini banyak disimpan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Kondisinya saat ini perlu perhatian khusus. Beberapa diantaranya diletakkan di tempat terbuka. 

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Batang, Affy Koesmoyorini, menjelaskan benda-benda purbakala yang diletakkan di tempat terbuka cukup rawan.

Lokasinya berada di halaman kantor dinas yang berbatasan langsung dengan jalur Pantura. Sehingga rawan terkena debu. 

"Kalau hujan walaupun ada atapnya, di sini kebanjiran. Makanya sekarang dikasih tatakan itu, ada beberapa yang belum ada tatakannya," ujarnya.

Di kantor Disdikbud sendiri tersimpan ratusan benda purbakala. Mulai dari Kala, Yoni, Lingga, patung, batuan candi, hingga benda pusaka. Seperti keris dan tombak.

Ada tiga tempat penyimpanan yang dianggap kurang representatif untuk benda-benda bersejarah tersebut. Sehingga rawan kerusakan.

Titik penyimpanan pertama ada di halaman kantor Disdikbud. Ada 11 benda purbakala di sana. Lalu di sebuah ruangan kecil berdinding kaca yang berisi 25 batuan benda purbakala dan puluhan tombak dan keris.

Tempat penyimpanan lainnya berada di lemari dalam kantor Disdikbud. Lemari itu berisi batu-batuan candi yang berukuran kecil.

Masih ada ratusan benda-benda peninggalan bersejarah yang tercecer di berbagai daerah. Benda tersebut tidak diambil karena belum adanya tempat yang representatif.

"Kita perlu tempat khusus. Sebelum covid pernah diusulkan sebuah museum tahun 2020. Sampai saat ini masih belum teranggarkan lagi. Harusnya tempat yang layak itu di museum, tapi saya studi bandi ke tempat lain, terpenting ada bangunan tersendiri," terangnya.

Pihaknya saa ini juga sudah berusaha untuk mencari tempat tersebut. Berupa bangunan tak terpakai yang bisa dijadikan tempat khusus penyimpanan benda purbakala.

Salah satunya di belakang SMPN 1 Batang, atau di bekas SD yang dulunya dimarger. Namun, akses jalan ke sana sulit. Karena hanya bisa dilewati melalui gang kecil. 

"Kami sudah koordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah, setidaknya ada rumah cagar budaya, kalau tidak ada museum. Sehingga benda purbakala aman, dan bisa dikunjungi masyarakat juga sebagai sarana edukasi," ucapnya. 

Hal ini karena pembangunan museum memerlukan anggaran yang cukup besar. Sehingga rumah cagar budaya menjadi salah satu solusi.

Namun demikian, kendala anggaran menjaadi hambatan besar. Bidang kebudayaan tidak memiliki anggaran yang cukup.

Harapannya tahun depan anggaran tersebut bisa didapatkan baik berupa museum ataupun rumah cagar budaya. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#yoni #museum #lingga #benda purbakala #Kabupaten Batang