METROPEKALONGAN.COM, Batang - Candi yang diperkirakan memiliki usia paling tua di Jawa Tengah bakal diekskavasi bulan Juni 2024.
Kabar ini datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.
Penggalian bakal dilakukan langsung oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di area temuan candi di lahan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
"BRIN nanti datang selama 14 hari melakukan ekskavasi, sekaligus penelitian, mau diapakan dengan candi itu. Nanti kita tunggu hasil dari BRIN," ujar Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo.
Pihaknya mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak KITB sebagai pemilik lahan tentang eskavasi yang akan dilakukan.
Menurutnya, manajemen KITB mendukung penuh proses tersebut. Adanya temuan candi juga dianggap menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para investor nantinya.
"Kita sudah koordinasi dengan KITB, mereka pernah menyampaikan kalau memang itu cagar budaya, akan dibantu untuk lahannya. Itu jadi salah satu daya tarik di KITB nantinya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Batang, Affy Koesmoyorini mengatakan, BRIN memastikan akan datang pada tanggal 20 Juni 2024.
Kegiatan eskavasi sendiri nantinya menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 275 juta, dengan mendatangkan bor khusus untuk penggalian candi.
"Mulai tanggal 20 Juni BRIN akan datang melakukan ekskavasi. Syukur-syukur tahun depan bisa kita angkat candinya, jadi terlihat, karena di sana terlalu dalam nanti di tengah gedung-gedung KITB. Kami merawat cagar budaya," tandasnya.
Seperti diketahui, temuan candi itu mencuat tahun 2022. Lokasinya berada di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing. Candi tersebut ternyata sebelumnya telah ditemukan oleh BRIN pada tahun 2019.
Namun demikian, candi yang pernah digali itu kemudian ditimbun kembali, karena belum bisa dilakukan penggalian yang lebih luas.
Candi itu berada dekat dengan sebuah situs pemandian kuno Balekambang yang berasal dari Abad ke-9. Walaupun cuma berjarak sekitar 30 meter, Situs Balekambang sudah berada di Desa Sidorejo, masih di kecamatan yang sama.
Candi yang dibangun dengan struktur batu bata merah berukuran besar ini diperkiakan berasal dari Abad ke-7 yaitu tahu 630-an Masehi.
Menjadi temuan candi tertua di Jawa Tengah. Hal ini berdasarkan penelitian unsur karbon di dalam batuan candi yang dikirimkan ke Prancis dan Selandia Baru. Sehingga diketahui usianya sudah mencapai 14 Abad. Masuk periode sebelum Mataram, yaitu zaman Kalingga atau kerajaan Holing.
Sementara candi lain, di Kabupaten Magelang, Candi Gunung Wukir, diketahui dibangun pada tahun 732 Masehi. Sedangkan Candi Borobudur dibangun tahun 778 Masehi. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla