Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Viral Pasien Puskesmas Pengguna BPJS di Batang Dibilang Miskin dan Menyusahkan

Riyan Fadli • Rabu, 5 Juni 2024 | 03:41 WIB
Ilustrasi/Canva
Ilustrasi/Canva

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Sebuah unggahan terkait layanan kesehatan di Kabupaten Batang dengan BPJS Kesehatan viral di media sosial.

Unggahan itu di-posting akun Facebook @isyfa.lubis di grup Pigura Warga Batang. 

Akun tersebut mengeluhkan pengalaman tidak mengenakkan saat berobat menggunakan BPJS Kesehatan.

Insiden itu disebut terjadi di unit layanan kesehatan Faskes 1. 

"Saya bertanya, apakah pantas layanan KESEHATAN umum pertama setara PUSKESMAS menyebut kata "kamu orang susah, jadi susah nyusahin" kalau kamu punya uang pasti dilayani," tulisannya.

Postingan yang diunggah hari Senin 3 Juni 2024 itu mendapatkan ratusan komentar dan ratusan like.

Dalam postingan tersebut, ia menyayangkan oknum yang dianggap merendahkan pasien. 

"Kenapa saya pake bpjs trus saya di pandang sebelah mata dan di anggap sesuka hati. ,,?? Udah ke 2 kali nya dirawat gak nyaman kalau nag Puskesmas," imbuhnya. 

Dalam kolom komentar, @isyfa.lubis menjelaskan kronologi pengalaman tidak mengenakkan yang dialaminya.

Peristiwa itu berawal dari keinginannya untuk meminta rujukan dari Puskesmas.

Saat itu, ia diminta melengkapi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. 

Saat kembali lagi dan berniat menyerahkan berkas persyaratan yang diminta, ia justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

Ia bertanya berkas tersebut diserahkan ke siapa. Namun jawaban yang didapatkannya "Mboh orak ngerti," atau dalam bahasa Indonesia, 'tidak tahu'. 

 "Lutfi Sumega seng pertama aku rono njalok rujuk an,,, begitu di undang aku ngomong meh nyuwun rujuan trus dtudoh ke syarate wes tak lengkapi trus aku rono neh tak keke surate lha niki surate sukani pundi buk,, paringke sinten jawabe opo luur MBOH ORAK NGERTI....!!!!!kan apik petugas kesehatan jawabe koyo kui,,' tulisannya menjawab pertanyaan netizen.

Belum diketahui secara pasti kapan kejadian itu berlangsung.

Namun, @isyfa.lubis dalam komentar lainnya menjelaskan bahwa ia kembali lagi ke Puskesmas itu dalam lain kesempatan. 

Ia sempat adu argumen dengan petugas di Puskesmas tersebut.

Ia mengaku sempat ditarik oleh bidan dan mendapatkan penjelasan. 

Namun, ia kembali bertanya, boleh atau tidak meminta rujukan.

Kalau tidak diperbolehkan ia akan pulang, tidak ingin ada keributan yang bikin malu. 

Setelah itu, ada oknum yang disebut melontarkan perkataan tidak mengenakkan. Kata-kata itu ditulisnya dengan bahasa Jawa, "ASALE ORAK ONO DUWETE DADINE DI ANGEL" NEK ONO DUWETE YOO GAMPANG" yang artinya 'soalnya tidak ada uangnya, jadinya susah. Kalau ada uangnya ya gampang'. 

"Trus mau aku njalok rujuan maneh,, setelah aku ngomong dek nene jawabe sengak atos aku langsung omongan keras emang. trus aku di tarek kro bidane di jelaske trus aku ngomong lha trus angsal mboten buk nyuwun rujuan,, nek ngomong orak oleh ben aku pak bali luur orak pak ribut nag kono ngisen" ke lha kok wong kui oknum kui ngomong ASALE ORAK ONO DUWETE DADINE DI ANGEL" NEK ONO DUWETE YOO GAMPANG. apik porak lur omongan koyo kui menurute njenegan," tulisnya melengkapi.

@isyfa.lubis sendiri menjelaskan bahwa kejadian tidak mengenakkan itu berlangsung di Puskesmas Batang 2. Ia menulisnya saat menjawab pertanyaan akun bernama Benyamin Sueb.

"Nek pancen kenyataan Isah Wedi up sisan puskesmas ngendi men viral," tulis Benyamin Sueb.

"Benyamin Sueb batang 2 luur," jawab akun bernama Isyfa Alaika Lubis. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#puskesmas #viral #media sosial #bpjs kesehatan