Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BRIN Perlu Analisis Dampak Industri Terhadap Candi Balekambang di Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Selasa, 2 Juli 2024 - 18:30 WIB
EKSKAVASI: Proses ekskavasi yang dilakukan di candi bata merah yang ada di Kecamatan Gringsing. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
EKSKAVASI: Proses ekskavasi yang dilakukan di candi bata merah yang ada di Kecamatan Gringsing. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang dan instansi terkait telah melakukan ekskavasi candi bata merah yang ada di Kecamatan Gringsing.

Arkeolog BRIN Agustrijanto Indrajaja mengatakan, setelah ekskavasi, dilakukan sebuah kajian analisis dampak industri terhadap candi dan lingkungannya.

Hal ini mengingat posisi candi yang berasal dari tahun 630-an atau abad ke-7 ini berada di area Proyek Strategis Nasional (PSN), Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Selain itu, tak jauh dari candi bata merah ada area petirtaan Balekambang.

"Mungkin kita akan mencoba mengajukan untuk analisis. Penting setelah ini ditampakkan adalah analisis dampak. Dampak industri terhadap keberadaan seperti ini, kita perlu membuat kegiatan tersendiri analisis dampak dari pembangunan kawasan terhadap petirtaan. Itu juga perlu suatu kajian tersendiri," terangnya.

Tahapan yang dilakukan untuk menyelamatkan candi di antaranya dengan ekskavasi, mendelineasi, analisis dampak industri, membuat zonasi-zonasi, hingga meningkatkan status bangunan ke konservasi.

Seperti diketahui, penggalian candi menunjukkan bahwa struktur candi hanya tersisa bagian kaki saja atau sekitar 30 persen dari total bangunan. Bagian tubuh dan atas bangunan sudah rusak tidak ada lagi. Sehingga proses rekonstruksi menyeluruh sukar dilakukan.

Selain itu, ditemukan juga selasar candi di kedalaman 1,9 meter dari permukaan tanah. Titik candi lain juga ditemukan di puncak bukit sekitar 200 meter dari lokasi di arah tenggara. 

"Kalau bantuan dari BRIN, kita harus mengajukan ke Rumah Program di usulan tiap tahun dari seluruh peneliti yang ingin melakukan penelitian bisa dilakukan di Rumah Program. Membuat proposal nanti ada reviewer yang menilai, kalau lulus baru kita bisa jalan," ucapnya.

Berkaitan dengan anggaran, pihaknya belum bisa memastikan tentang nominal anggaran yang dibutuhkan. Baik untuk analisis dampak industri, hingga ekskavasi seluruh temuan di wilayah yang masuk dalam delineasi. Yaitu pada lahan seluas 2 kilometer kali 2 kilometer.

Sedangkan untuk anggaran yang telah dikeluarkan untuk proses ekskavasi tahun 2024 ini sebanyak Rp 230 juta. Rinciannya Rp 170 juta untuk ekskavasi dan Rp 60 juta untuk cungkup pelindung candi nantinya. Anggaran itu berasal dari APBD Kabupaten Batang. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#disdikbud #candi #batang